Roberto Lopes bela Tanjung Verde di Grup H Piala Dunia 2026. (Instagram/@pico_lopes)
INDOZONE.ID - Menjaga megabintang seperti Lionel Messi di atas lapangan hijau adalah mimpi buruk sekaligus pengalaman paling berharga bagi setiap pemain bertahan di dunia. Hal inilah yang baru saja dirasakan oleh bek andalan Cape Verde, Roberto Lopes.
Setelah menyelesaikan tugas internasionalnya melawan Argentina dan kembali ke tanah airnya, Lopes membagikan sebuah kisah taktis nan jenaka saat dirinya harus mengawal ketat La Pulga.
Dalam sebuah wawancara eksklusif di stasiun televisi lokal, pemain berusia 34 tahun itu blak-blakan mengenai taktik "usil" yang digunakannya demi meredam magis sang maestro.
Sambil tertawa, Lopes mengaku bahwa dirinya sengaja melakukan kontak fisik berulang kali kepada Messi. Menariknya, aksi tersebut bukan sekadar untuk strategi bertahan, melainkan karena rasa penasaran yang besar.
Baca juga: Cape Verde: Tim Paling 'Anomali' di Piala Dunia 2026!
"Ketika Messi mendekati, saya berkali-kali menyentuh dan mendorongnya. Saya sekalian mengecek, apakah dia beneran manusia?" ujar Roberto Lopes dalam siaran TV tersebut, seperti INDOZONE sadur dari Sportskeeda, Jumat (10/7/2026).
Taktik man-marking super ketat dan psywar fisik yang dilancarkan oleh Lopes rupanya sempat membuat kapten Argentina itu merasa tidak nyaman.
Di tengah jalannya pertandingan yang bertensi tinggi, Messi bahkan sempat melayangkan protes langsung kepadanya di lapangan menggunakan bahasa Spanyol.
"Messi terganggu. Dia bilang dalam bahasa Spanyol, 'Lopes ini pelanggaran, tidak ada bola di sini, jangan menyentuhku'," kenang Lopes menirukan ucapan sang megabintang.
Mendapat teguran langsung dari salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah, Lopes tidak gentar. Secara taktis dan jujur, ia langsung memberikan jawaban yang masuk akal mengapa dirinya harus terus menempel ketat pergerakan pemain bernomor punggung 10 tersebut.
"Saya balas kepadanya, 'Saya harus menjaga kamu terus karena bisa jadi masalah kalau kamu melewati saya'," tambahnya.
Meski sempat terlibat adu mulut dan kontak fisik yang intens sepanjang 90 menit, Lopes menegaskan bahwa rivalitas tersebut sepenuhnya selesai begitu peluit panjang berbunyi. Keduanya menunjukkan sportivitas tinggi khas pesepak bola profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportskeeda