Thomas Frank saat melatih di Tottenham Hotspur. (REUTERS/Peter Powell)
INDOZONE.ID - Tekanan terhadap manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, kembali meningkat setelah timnya gagal meraih kemenangan dan hanya bermain imbang 2-2 melawan Burnley pada lanjutan Premier League.
Pertandingan tersebut berlangsung di Turf Moor, Sabtu (24/1/2026), dan kembali menyorot performa inkonsisten Spurs di Premier League.
Hasil ini memperpanjang catatan buruk Tottenham di liga, sekaligus membuat posisi Thomas Frank kian tertekan di tengah sorotan suporter dan media di Inggris.
Baca juga: Thomas Frank Soroti Pemecatan Ruben Amorim Sebagai Pelatih Manchester United
Cristian Romero saat bermain di Tottenham Hotspur. (Action Images via Reuters/Lee Smith)
Tottenham sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Mereka unggul lebih dulu melalui gol Micky van de Ven, sebelum Burnley menyamakan skor lewat Axel Tuanzebe menjelang turun minum.
Tuan rumah kemudian berbalik unggul pada menit ke-76 setelah pemain pengganti Lyle Foster mencetak gol memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Spurs nyaris menelan kekalahan ketiga secara beruntun di Premier League. Namun, sundulan Cristian Romero pada menit ke-89 memastikan Tottenham pulang dengan satu poin.
Baca juga: Stadion Megah Tak Jadi Benteng, Tottenham Hotspur Ukir Rekor Terburuk di Kandang Sendiri
Sebelumnya, Xavi Simons sempat mendapatkan peluang emas, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Gol telat Romero setidaknya menyelamatkan Tottenham dari kekalahan memalukan atas Burnley yang saat ini berada di peringkat ke-19 klasemen sementara Premier League.
Meski terhindar dari kekalahan, hasil imbang tersebut tidak cukup meredakan kekecewaan pendukung Tottenham. Untuk pekan kedua berturut-turut, Thomas Frank kembali menjadi sasaran hujatan suporter.
Para pendukung tim tamu melontarkan chant bernada kecaman kepada pelatih asal Denmark itu, serupa dengan yang terjadi pada laga kandang melawan West Ham United pekan lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters