Tchouameni dan Mbappe ikut berselebrasi dengan Vinicius Jr. (Instagram/@realmadrid)
INDOZONE.ID - Pelatih Benfica, Jose Mourinho melontarkan kritikan tajam atas selebrasi Vinicius Jr setelah membobol gawang timnya di pertandingan leg pertama playoff Liga Champions musim 2025/26 pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri di Estadio Da Luz, Benfica harus menelan kekalahan 1-0 atas Real Madrid di leg pertama playoff Liga Champions.
Dalam laga tersebut, satu-satunya pencetak gol kemenangan Real Madrid tercipta melalui Vinicius Jr pada menit ke-50. Namun, setelah mencetak gol bagi Los Blancos, Vini Jr langsung melakukan selebrasi joget di dekat bendera corner kick.
Setelah itu, Vini beradu mulut dengan beberapa pemain Benfica termasuk Gianluca Prestianni, yang kemudian dituduh melakukan tindakan rasial.
Jose Mourinho, yang juga mendapatkan kartu merah pada menit ke-85, berbicara dengan kedua pemain saat laga dihentikan selama 10 menit setelah wasit menerapkan protokol anti-rasisme UEFA, sebelum laga dilanjutkan.
Baca juga: 5 Daftar Induk Olahraga di Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui dan Pahami
Vinicius mendapat perlakuan rasial dari pemain Benfica. (Instagram/@realmadrid)
Dalam wawancaranya seusai pertandingan, Mourinho mengatakan bahwa Vinicius mengatakan satu hal, kemudian Prestianni menanggapi dengan kata-kata lain. Ia juga menegaskan tidak akan mendukung tindakan Prestianni.
"Vinícius mengatakan satu hal, dan Prestianni mengatakan hal lain. Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya 100% mendukung Prestianni, tetapi saya juga tidak bisa mengatakan bahwa apa yang Vinícius katakan kepada saya adalah kebenaran. Saya tidak bisa, saya tidak tahu," ujar Mourinho dalam wawancaranya bersama Movistar yang dikutip dari ESPN pada Rabu (18/2/2026).
Lebih lanjut, Mourinho juga mengatakan bahwa pertandingan berjalan cukup baik sebelum Real Madrid menciptakan gol. Ia juga akui timnya cukup bagus dalam memulai pertandingan namun Real Madrid tampil cukup kuat.
"Yang saya tahu adalah, sampai gol itu, pertandingan berjalan dengan sangat baik. Benfica memulai dengan sangat bagus, dan Real Madrid sangat kuat... Lalu Vinícius mencetak gol yang hanya bisa dicetak oleh dia atau [Kylian] Mbappé. Setelah itu, seharusnya dia diangkat di pundak rekan-rekan setimnya, dan tidak dipermainkan di depan 60.000 orang di stadion ini. Itu saja yang ingin saya katakan," ujar The Special One memaparkan.
Baca juga: Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak di Arsenal Hingga Tahun 2031
Lebih lanjut, Mourinho juga merujuk kepada kejadian rasisme yang dialami oleh Vinicius Jr dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga akui Vinicius merupakan pemain yang luar biasa, namun dengan selebrasinya yang berlebihan membuat pelatih asal Portugal itu mengkritiknya.
"Di berapa banyak stadion hal seperti ini terjadi? Berapa banyak? Dia pemain yang luar biasa, saya menyukainya. Tapi Anda mencetak gol seperti ini... Anda menyerahkan tanggung jawab itu kepada rekan-rekan setim Anda. Di situlah pertandingan berakhir," ujar Jose Mourinho menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN