Ilustrasi gerakan pemanasan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Olahraga telah menjadi tren di antara Milenial dan Gen Z, terutama di kota-kota besar Indonesia. Di tengah tren olahraga, banyak orang justru masih memperdebatkan penting atau tidaknya gerakan pemanasan.
Setiap orang punya cara masing-masing dalam berolahraga, termasuk terkait melakukan pemanasan lebih dulu atau tidak.
Bagi beberapa orang, langsung berolahraga tanpa pemanasan jadi pilihan karena lebih hemat waktu. Akan tetapi, ada juga orang yang rela meluangkan waktunya untuk pemanasan lebih dulu, sebelum berolahraga.
Ilustrasi gerakan pemanasan. (Freepik)
Padahal, pemanasan begitu penting dilakukan sebelum berolahraga. Sebab, tubuh butuh adaptasi lebih dulu sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan otot.
Baca juga: Ratri Oktila Jadikan APG 2023 sebagai Pemanasan Paralimpiade 2024
Sebelum berolahraga, tubuh perlu diberi tahu untuk bersiap melakukan aktivitas fisik berat. Tanpa pemberitahuan, tubuh akan terkejut jika langsung diajak berolahraga, apalagi dengan intensitas tinggi.
Risiko cedera akan meningkat jika kamu berolahraga tanpa pemanasan. Pemanasan membuat sistem kardiovaskular akan memompa darah dan meningkatkan suhu tubuh, sekaligus mempersiapkan otot untuk beraktivitas.
Pentingnya pemanasan sebelum berolahraga sudah dibuktikan dalam sebuah studi Norwegia pada 2008. Studi tersebut menunjukkan pemanasan dapat menurunkan risiko cedera.
Studi dilakukan dengan mempelajari tingkat cedera pada 1000 pesepak bola wanita yang melakukan pemanasan sebelum latihan, dan 100 pesepak bola wanita yang latihan tanpa pemanasan.
Hasilnya, pesepak bola wanita yang melakukan pemanasan, mengalami lebih sedikit cedera. Cederanya pun lebih ringan ketimbang pesepak bola wanita yang tidak melakukan pemanasan.
Hasil studi tersebut sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa pentingnya pemanasan sebelum berolahraga.
Sementara itu, ada dua jenis pemanasan yang dikenal secara umum, yaitu pemanasan statis dan dinamis.
Pemanasan statis menahan posisi peregangan selama kurun waktu tertentu, biasanya 30 hingga 90 detik. Peningkatan kelenturan dan kesiapan otot jadi tujuan dari pemanasan statis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Darebee, Resultspt, Amatan