INDOZONE.ID - Dunia sepak bola baru saja diguncang oleh salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi Liga Champions musim 2025/2026.
FK Bodo/Glimt, klub kecil dari lingkaran kutub utara Norwegia, secara luar biasa berhasil menyingkirkan raksasa Italia, yakni Inter Milan, pada babak playoff Liga Champions 2025/2026.
Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari sebuah sistem yang sangat matang. Berikut adalah fakta-fakta menarik dan kunci rahasia di balik keberhasilan "Si Kuning" dari Norwegia tersebut.
Bodo/Glimt memiliki senjata rahasia yang tidak dimiliki klub lain di daratan Eropa: Geografi. Mimpi buruk Inter berawal dari lawatan mereka ke kandang Bodo/Glimt, yakni Aspmyra Stadion.
Bermain di Aspmyra Stadion, memberikan tantangan fisik luar biasa bagi pemain Inter Milan yang terbiasa dengan iklim hangat khas Mediterania. Angin kencang yang sulit diprediksi dan suhu yang sering berada di bawah nol derajat Celcius membuat skema taktik build-up Inter yang rapi menjadi berantakan.
Kesuksesan Bodo/Glimt tidak lepas dari peran Bjorn Mannsverk, seorang mantan pilot pesawat tempur yang kini menjadi pelatih mental klub. Ia mengajarkan pemain untuk tetap tenang di bawah tekanan tinggi seperti saat menghadapi pemain bintang yang dimiliki oleh Inter Milan.
Para pemain Bodo/Glimt berhasil dididik untuk tidak peduli pada nama besar lawan, melainkan fokus pada tugas mereka di setiap detik pertandingan. Hasilnya? Manchester City, Atletico Madrid, dan Inter Milan sudah jadi korban keganasan mereka.
Baca juga: 5 Klub Underdog yang Berpotensi Bikin Kejutan di Playoff Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026
Selebrasi pemain Bodo/Glimt usai singkirkan Inter Milan dari Liga Champions (Instagram @bodoglimt)
Anggaran gaji seluruh pemain Bodo/Glimt bahkan tidak cukup untuk membayar gaji satu pemain bintang Inter Milan seperti Lautaro Martinez. Mereka menggunakan analisis data canggih untuk membeli pemain-pemain yang "terbuang" dari klub besar atau pemain liga kasta bawah yang memiliki profil sesuai skema serangan balik cepat mereka.
Siapa pun pemain yang keluar atau cedera, sistem permainan mereka tidak berubah karena pemain baru dipilih berdasarkan kesesuaian data dengan posisi tersebut.
Inter Milan mungkin menguasai penguasaan bola, namun Bodo/Glimt memenangkan efisiensi. Begitu mereka berhasil merebut bola, Bodo/Glimt tidak melakukan operan melebar tapi langsung ke arah depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan