Pemain Benfica, Gianluca Prestianni mencoba merebut bola dari kaki pemain Real Madrid, Vinicius Jr. (REUTERS/Rodrigo Antunes)
INDOZONE.ID - Pelatih Benfica, Jose Mourinho menegaskan bahwa masa depan Gianluca Prestianni di Benfica dipastikan akan berakhir jika ia terbukti melakukan pelecehan rasial kepada Vinicius Jr.
Diketahui, Gianluca Prestianni diduga melakukan pelecehan rasial kepada Vinicius Jr pada pertandingan leg pertama playoff Liga Champions pada 18 Februari 2026 lalu, yang berakhir kemenangan Real Madrid dengan skor 1-0.
Kini, Gianluca Prestianni sedang dalam penyelidikan UEFA menyusul tuduhan dari Vinicius Jr selama babak playoff Liga Champions.
Sebelumnya, Prestianni telah membantah segala tuduhan melalui akun Instagramnya, yang mana ia menegaskan tak pernah menghina Vini Jr dalam pertandingan leg pertama Liga Champions.
Baca juga: Teknik Tendangan dan Pukulan Taekwondo Beserta Artinya Lengkap
Jose Mourinho. (REUTERS/Dilara Senkaya)
Namun, ia tetap dikenakan hukuman larangan pertandingan sementara, termasuk absen di laga leg kedua playoff Liga Champions, yang mana Real Madrid sukses memastikan satu tiket ke babak 16 besar Liga Champions. Sementara itu, UEFA tetap meluncurkan penyelidikannya.
Pemain muda berusia 20 tahun itu berpotensi akan mendapatkan hukuman yang lebih berat jika terbukti bersalah.
Jose Mourinho awalnya juga mendapat kritikan atas tanggapannya, yang menyarankan agar Vinicius tidak melakukan selebrasi gol yang bersifat provokatif.
Akan tetapi dalam wawancaranya baru-baru ini, Jose Mourinho mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengecam segala bentuk diskriminasi.
Baca juga: Lamine Yamal Cetak Hattrick, Hansi Flick Beri Pujian
Mourinho juga mengindikasikan karier Gianluca Prestianni di Benfica akan berakhir jika ia terbukti melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Jr.
"Jika pemain saya tidak menghormati prinsip-prinsip ini, yang juga merupakan prinsip saya dan Benfica, maka karier pemain tersebut bersama pelatih bernama Jose Mourinho dan di klub bernama Benfica akan berakhir," ujar Jose Mourinho dalam konferensi persnya jelang laga Benfica kontra Gil Vicente yang dikutip dari ESPN pada Senin (2/3/2026).
"Saya bukan seorang cendekiawan, tetapi saya juga bukan orang bodoh. Asumsi tidak bersalah adalah hak asasi manusia, bukan?" lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN