Pertandingan Spanyol vs Mesir yang diwarnai aksi rasis. (REUTERS PHOTO)
INDOZONE.ID - Insiden nyanyian bernada Islamofobia dalam laga persahabatan antara Spanyol vs Mesir, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Kepolisian Spanyol hingga Federasi Sepak Bola Spanyol langsung bergerak, untuk menyelidiki kejadian yang mencoreng pertandingan tersebut.
Laga yang digelar pada Selasa (31/3/2026) itu seharusnya menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Namun, hasil imbang tanpa gol justru tertutupi oleh kontroversi di tribun penonton.
Baca juga: Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026
Pertandingan yang berlangsung di Stadion RCDE, dekat Barcelona, diwarnai chant tidak pantas dari sebagian suporter tuan rumah.
Dalam momen tertentu, terdengar teriakan, “siapa yang tidak melompat adalah Muslim.”
Nyanyian tersebut langsung menuai sorotan karena dinilai mengandung unsur Islamofobia dan xenofobia.
Alih-alih memberikan dukungan positif, aksi itu justru merusak citra sepak bola sebagai ajang pemersatu.
Baca juga: Pau Cubarsi Sebut Spanyol Difavoritkan Juara Piala Dunia 2026
Lamine Yamal saat pertandingan Spanyol vs Mesir. (REUTERS PHOTO)
Pemain Spanyol, Lamine Yamal, yang juga seorang Muslim, tidak tinggal diam. Ia menyampaikan kritik tajam melalui media sosialnya.
Menurut Yamal, menjadikan agama sebagai bahan ejekan di stadion merupakan tindakan yang tidak sopan, dan tidak bisa ditoleransi.
Ia menegaskan, sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, bukan sarana merendahkan identitas seseorang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters