Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 APRIL 2026 • 12:22 WIB

Nyanyian Islamofobia di Laga Spanyol vs Mesir Dianggap sebagai Kebangkitan Ekstrem Kanan

Nyanyian Islamofobia di Laga Spanyol vs Mesir Dianggap sebagai Kebangkitan Ekstrem KananPertandingan Spanyol vs Mesir yang diwarnai aksi rasis. (REUTERS PHOTO)

INDOZONE.ID - Polisi Spanyol melakukan investigasi terkait nyanyian Islamofobia dan xenofobia pada laga persahabatan Spanyol melawan Mesir di Stadion RCDE, Barcelona, Selasa (31/3/2026). 

Aksi tersebut diduga dilakukan suporter tuan rumah pada pertandingan yang berakhir imbang 0-0.

Sepanjang pertandingan, sekelompok suporter Spanyol meneriakkan "Siapa yang tidak melompat adalah Muslim" (Whoever doesn't jump is a Muslim). 

Lagu ini kerap digunakan di stadion Spanyol untuk mengejek kelompok tertentu.

Baca juga: Thomas Tuchel Ragu Bawa Phil Foden ke Piala Dunia 2026

Pemerintah dan Federasi Mengecam Keras

Menteri Kehakiman Felix Bolanos mengecam peristiwa itu di media sosial X. 

Ia mengaitkan insiden ini dengan kebangkitan sayap kanan yang ia nilai mendorong rasisme dan xenofobia.

"Penghinaan rasis dan nyanyian yang memalukan mempermalukan kita sebagai masyarakat. Sayap kanan tidak akan membiarkan ruang apa pun bebas dari kebencian mereka, dan mereka yang diam hari ini adalah kaki tangan," tulisnya.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menyatakan dalam pesan di media sosial bahwa mereka "berdiri melawan rasisme dalam sepak bola dan mengutuk setiap tindakan kekerasan di dalam stadion".

Baca juga: Arne Slot Berharap Musim Terakhir Mohamed Salah Bisa Jadi Motivasi untuk Liverpool

Nuansa Permusuhan Sejak Awal Laga

Pertandingan yang seharusnya digelar di Qatar dipindahkan karena perang di Timur Tengah. Permusuhan sudah terasa sejak awal laga. 

Meski stadion menampilkan pesan di layar besar bahwa tindakan rasis dan xenofobia adalah kejahatan, nyanyian tetap berlanjut.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyebut perilaku suporter tidak bisa diterima. 

"Mereka tidak mewakili sepak bola. Mereka memanfaatkan sepak bola, seperti yang mereka lakukan di area kehidupan lain. Kita perlu mengisolasi orang-orang ini dari masyarakat," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nyanyian Islamofobia di Laga Spanyol vs Mesir Dianggap sebagai Kebangkitan Ekstrem Kanan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!