Michael Carrick (Sumber: Facebook/Manchester United)
INDOZONE.ID - Dua puluh empat jam sebelumnya, Chelsea adalah tim dengan segalanya untuk dibuktikan saat menghadapi Manchester City di Stamford Bridge. Kini, setelah kekalahan kandang dari Leeds United, Manchester United dan pelatih kepala Michael Carrick juga memiliki pertanyaan besar untuk dijawab saat bertandang ke venue yang sama pada Sabtu (18/4/2026).
Diperkirakan Carrick dan timnya akan memiliki keunggulan 10 poin dan melaju mulus ke posisi Liga Champions musim depan. Sebaliknya, mereka tahu kekalahan akan memangkas keunggulan menjadi empat poin, dengan sejumlah klub siap memanfaatkan kelemahan apa pun.
Kekalahan kandang pertama dalam 11 pertandingan masa jabatannya, satu kemenangan dalam empat laga, tidak ada clean sheet dalam lima pertandingan, potensi krisis di lini pertahanan tengah, serta cemoohan suporter saat jeda, ini adalah wilayah yang belum pernah dihadapi Carrick.
Baca juga: Man United Kalah dengan Newcastle yang Main 10 Orang, Ini 4 Blunder yang Dilakukan Michael Carrick
Selama 48 jam ke depan, Manchester United akan mengetahui apakah Harry Maguire akan menerima hukuman tambahan atas kartu merahnya di Bournemouth bulan lalu. Ia didakwa berperilaku tidak pantas oleh The Football Association terkait ucapannya kepada ofisial keempat, Matt Donohue.
Larangan tambahan akan membuatnya absen melawan Chelsea. Situasi ini diperparah dengan kemungkinan absennya Matthijs de Ligt yang sedang mengalami masalah punggung jangka panjang. Lisandro Martínez juga dipastikan absen setelah diusir karena perilaku kekerasan akibat menarik rambut Dominic Calvert-Lewin.
Carrick mengindikasikan United akan mengajukan banding atas kartu merah tersebut. Jika gagal, satu-satunya bek tengah yang tersedia di Stamford Bridge adalah Ayden Heaven (19) dan Leny Yoro (20). "Itu sebabnya kami memiliki skuad," kata Carrick. "Kami punya pemain yang bisa diandalkan. Kami akan ke sana dan menantikan pertandingan."
Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Instagram/@carras16)
Manchester United dipastikan akan mencoba merekrut setidaknya dua gelandang pada musim panas mendatang. Kepergian Casemiro membuka satu slot, namun kenyataannya kedalaman skuad masih kurang.
Absennya Kobbie Mainoo karena "masalah kecil" membuat United kehilangan penghubung efektif antara lini belakang dan serangan. Manuel Ugarte dinilai belum memiliki kontrol bola dan visi seperti Mainoo. Ia bekerja keras, tetapi lebih banyak berharap pada kreativitas pemain lain yang dinilai belum cukup untuk kebutuhan tim saat ini.
Carrick juga membuat keputusan berani dengan mencadangkan Bryan Mbeumo untuk pertama kalinya di Premier League musim ini. Namun, keputusan itu tidak membuahkan hasil. Baik Mbeumo maupun Amad Diallo belum menemukan performa terbaik sejak kembali dari Piala Afrika. Matheus Cunha juga tampil inkonsisten.
Akibatnya, beban besar kembali dipikul kapten Bruno Fernandes dalam menciptakan peluang. Fernandes mencatat assist ke-17 di Premier League musim ini, hanya terpaut tiga dari rekor satu musim saat mengirim umpan silang kepada Casemiro. Namun, pada masa tambahan waktu, saat ia kembali mendapat peluang serupa, umpannya justru mengarah ke pemain Leeds.
Baca juga: Jelang Laga Kontra Aston Villa, Michael Carrick Puji Perkembangan Morgan Rogers
Meski kerap membuat frustrasi media, sikap tenang Carrick dan ketidaksukaannya terhadap kepanikan selama ini dianggap sebagai kekuatannya. Namun, saat hasil buruk datang, sikap tersebut bisa dianggap sebagai kurangnya respons. Haruskah ia membuat perubahan lebih cepat? Haruskah ia memilih susunan pemain berbeda? Mampukah ia menghadapi tekanan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bbc.com