Persib Bandung sebelum lawan Borneo FC. (Persib Bandung)
INDOZONE.ID - Persib Bandung akan kembali berjuang di Super League 2025/2026. Pada pekan ke-33, Persib wajib meraih poin penuh jika tidak mau harapan juaranya buyar begitu saja.
Persib masih memimpin klasemen sementara Super League dengan koleksi 75 poin. Tambahan tiga poin terakhir didapatkan Persib usai menang 2-1 atas sang rival abadi, Persija Jakarta.
Namun, posisi Persib belum aman di puncak klasemen sementara. Sebab, Borneo FC yang ada di posisi kedua, menempel ketat Maung Bandung.
Borneo FC juga mengoleksi 75 poin usai menang 3-2 atas Bali United pada pekan lalu. Akan tetapi, Borneo FC tidak menduduki posisi pertama karena kalah head to head dari Persib.
Baca juga: Lupakan Kemenangan atas Persija, Persib Fokus Kejar Gelar Juara Super League Musim Ini
Sama-sama mengoleksi 75 poin, Persib dan Borneo FC menatap dua pertandingan terakhir musim ini bak partai final.
Bagaimana tidak, jika gagal meraih poin penuh, harapan menjuarai Super League bisa sirna dalam sekejap. Oleh sebab itu, setiap pertandingan wajib dimenangkan oleh kedua tim.
Sebagai juara bertahan dalam dua musim terakhir, Persib lebih berpengalaman menghadapi tekanan ketimbang Borneo FC.
Namun, Persib tidak boleh sombong jika tidak mau menangis pada akhir musim ini. Setiap pertandingan wajib dimenangkan, terutama laga kontra PSM Makassar pada akhir pekan ini.
Persib akan melawan PSM di Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare. Pertandingan itu bukan laga mudah, apalagi Persib tanpa tiga pemain penting dan Pelatih Bojan Hodak.
Layvin Kurzawa absen karena cedera yang diderita saat Persib menang atas Persija. Lalu, Luciano Guaycochea dan Federico Barba absen karena akumulasi kartu kuning.
Baca juga: Duh! Persib Tanpa 3 Pemain Penting dan Pelatih Bojan Hodak saat Lawan PSM
Senasib dengan Guaycochea dan Barba, Bojan Hodak tidak bisa mendampingi Persib karena akumulasi kartu kuning.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan