Si kembar atlet panjat tebing Indonesia, Ravianto dan Raviandi Ramadhan, di Paris, Prancis. (Instagram/@raviandiramadhan)
INDOZONE.ID - Prestasi besar ternyata tidak selalu lahir dari fasilitas tempat latihan olahraga yang mewah dan lengkap. Si kembar atlet panjat tebing Indonesia, Ravianto Ramadhan dan Raviandi Ramadhan, telah membuktikannya.
Si kembar kelahiran Jakarta, 26 November 2002 itu, memulai perjalanan di dunia panjat tebing dari tempat latihan sederhana di rumah keluarga kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
Dalam wawancara bersama Indozone pada Rabu 13 Mei 2026, atlet kembar tersebut menceritakan bagaimana awal mula mereka mengenal olahraga panjat tebing saat masih kecil.
Tempat latihan pertama mereka ternyata bukan arena proper yang lengkap dengan fasilitas modern, melainkan sebuah dinding sederhana yang dibuat oleh sang om dan tante di lantai dua rumah.
Mereka menceritakan, ukuran tempat latihan yang om dan tante buat di rumah tergolong kecil dan sederhana. Diketahui, sosok om dan tante mereka juga merupakan atlet panjat tebing profesional. Nama mereka, Hendrawan dan Emi Zaenah.
"Kalau dulu, om dan tante bangun fasilitas latihan sendiri di rumah. Tempatnya gak luas, ada di lantai dua rumah. Dindingnya juga nggak terlalu tinggi. Di bagian bawah, ada matras," ujar Ravianto.
Meski sederhana, tempat itulah yang kemudian menjadi saksi awal perjalanan Ravianto dan Raviandi hingga mampu membawa nama Indonesia di berbagai kompetisi nasional.
Awalnya, mereka hanya sering melihat teman-teman om dan tantenya yang juga sesama atlet, datang untuk latihan di rumah. Hampir setiap ada sesi latihan, mereka memilih menonton dari dekat sambil memperhatikan cara mereka memanjat.
Rasa penasaran akhirnya membuat mereka ikut mencoba dinding panjat itu secara perlahan. Dari yang awalnya sekadar coba-coba, mereka justru mulai menikmati olahraga tersebut dan menemukan keseruannya.
“Awalnya sering nonton latihan dulu, terus ikut coba manjat bareng mereka. Lama-lama ternyata seru juga,” jelas Raviandi.
Baca juga: Raja Three Point NBA: Deretan Penembak Jitu Terbaik Sepanjang Sejarah Basket
Seiring waktu, ketertarikan itu berubah menjadi keseriusan. Ravianto dan Raviandi mulai mantap menjadi atlet saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Sejak saat itu, kehidupan mereka banyak diisi dengan rutinitas latihan. Sepulang sekolah, keduanya hampir selalu menghabiskan waktu untuk memanjat dan berlatih teknik layaknya atlet profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung