Ravianto dan Raviandi Ramadhan. (Instagram/ravianto_)
INDOZONE.ID - Menjadi saudara kembar tidak membuat atlet panjat tebing Indonesia, Ravianto Ramadhan dan Raviandi Ramadhan, saling mengalah ketika bertanding.
Meski berkarier di cabang olahraga dan kategori yang sama, keduanya mengaku tetap memiliki jiwa kompetitif dan selalu berusaha menampilkan performa terbaik diri mereka masing-masing di setiap pertandingan.
Saat berkunjung ke kantor Indozone pada 13 Mei 2026 lalu, keduanya mengungkapkan bahwa persaingan di antara mereka merupakan hal yang wajar.
Sebagai atlet yang sama-sama mengejar prestasi, keduanya tidak pernah menganggap hubungan saudara sebagai alasan untuk mengendurkan persaingan di arena pertandingan.
Baca juga: Lengkap! Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026: Lawan Oman Dulu, lalu Mozambik
Menurut mereka, momen yang paling menarik justru ketika harus berhadapan langsung dalam satu kompetisi, terutama jika sama-sama berhasil melaju hingga babak final.
Jika dihadapi dengan situasi tersebut, tidak ada kesepakatan untuk saling mengalah ataupun berbagi kemenangan.
"Kalau ketemu di final, kami nggak pernah ada yang mau ngalah. Karena di kompetisi berikutnya kita nggak akan tahu akan menghadapi lawan seperti apa. Bisa saja lawannya jauh lebih unggul dari kami," ujar mereka.
Bagi Ravianto dan Raviandi, pertandingan bukan hanya soal menentukan siapa yang menjadi juara pada hari itu.
Mereka percaya bahwa membiasakan diri menghadapi persaingan yang ketat akan membantu meningkatkan mental mereka ketika turun bertanding.
Dengan terus memberikan performa terbaik, keduanya dapat mengetahui sejauh mana perkembangan performa mereka sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Jelang FIFA Matchday, Ini Perbandingan Ranking FIFA Indonesia, Oman, dan Mozambik
Karena alasan itulah, si kembar memilih untuk menjalani persaingan secara sehat. Mereka tidak pernah mengatur kemenangan secara bergantian hanya karena memiliki hubungan keluarga.
Prinsip tersebut juga menjadi cara mereka menjaga profesionalisme sebagai atlet. Saat pertandingan berlangsung, hubungan sebagai saudara untuk sementara dikesampingkan dan fokus sepenuhnya tertuju pada target, yakni meraih hasil terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan