Ilustrasi Penyerang Target Man (The Football Freak)
INDOZONE.ID - Dalam sepak bola, setiap penyerang memiliki peran atau tipikal yang berbeda-beda.
Ada penyerang yang berperan sebagai deep-lying forward, advanced forward, poacher, false nine atau bahkan Target Man.
Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam soal istilah target man dalam permainan sepak bola.
Bagi kamu yang sering memainkan gim Football Manager, tentu sudah tidak asing dengan istilah tersebut.
Melansir dari The Football Analyst pada Jumat, (3/7/2026), istilah target man merujuk pada istilah tipe penyerang tengah tertentu, yang peran utamanya adalah sebagai titik fokus dalam serangan.
Biasanya, seorang target man dikenal dengan fisiknya, tinggi badan, kekuatan, dan kemampuan udara yang memungkinkan untuk menerima umpan-umpan panjang, menahan bola, serta melibatkan rekan satu tim dalam pergerakan untuk menyerang.
Peran target man ini telah menjadi fundamental taktik dalam beberapa dekade terakhir, terutama dalam sistem permainan direct atau langsung.
Akan tetapi, seiring perkembangan sepak bola modern, peran penyerang tengah juga ikut berkembang.
Sementara itu, peran penyerang tradisional terutama diandalkan untuk duel udara dan penguasaan bola, variasi modern menggabungkan kekuatan fisik, mobilitas, kemampuan teknis dan juga kecerdasan taktis.
Baca juga: Thomas Tuchel Beberkan Rahasia Kemenangan Inggris atas RD Kongo
Berikut ini beberapa peran Target Man dalam taktik sepak bola yang wajib kamu ketahui. Yuk simak!
Salah satu fungsi penyerang tengah adalah menahan bola. Hal tersebut sangat memungkinkan rekan satu tim untuk melakukan serangan sementara penyerang tengah bertugas menahan bola di bawah tekanan pertahanan.
Baca juga: Sisi Lain Piala Dunia 2026: Kiper Paraguay Orlando Gill Jual Jersey untuk Hidupi Keluarga
Penyerang tengah sering digunakan untuk memperebutkan bola udara dari umpan panjang, tendangan gawang atau umpan silang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Football Analyst