Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo saat di Real Madrid.
INDOZONE.ID - Dalam sebuah pertandingan sepak bola para pemain selalu menggunakan kostum jersey yang lengkap dengan nomor punggung. Bahkan penggunaan nomor punggung saat dikenakan seorang pemain, tak jarang melekat sebagai identitas tambahan.
Semisalnya Cristiano Ronaldo yang akrab dengan kostum bernomor punggung 7 dan dikenal sebagai CR7. Atau mungkin nomor punggung 10 pastinya pecinta sepak bola akan mengenal sosok Lionel Messi. Pemain asal Argentina ini adalah satu pemain sepak bola yang dikenal dengan nomor punggung 10-nya.
Lalu mulai kapan dan seperti apa sih asal-usul penggunaan nomor punggung yang dikenakan oleh pemain sepak bola di setiap pertandingannya?
Baca Juga: Nyinyirin 3 Pemain Aboard Timnas Indonesa di Eropa, Media Malaysia: Mereka Gak Ada yang Mengesankan!
Penggunaan nomor punggung di kostum pemain bola pertama kali digunakan oleh tim Inggris Arsenal pada tahun Agustus 1928. Kala itu, publik dikejutkan lantaran pemain The Gunners--julukan Arsenal--yang menggunakan nomor punggung saat bertanding menghadapi Sheffield Wednesday.
Adapun penggunaan nomor punggung ini disebut-sebut dilakukan oleh sang pelatih, Herbert Chapman. Penomoran berdasarkan posisi di lapangan yaitu berurutan dari 1 sampai 11 sesuai posisi, sedangkan angka yang lebih tinggi dipakai oleh pemain cadangan.
Contoh penomoran tradisional dalam formasi 4-2-3-1: Kiper (1), bek kanan (2), bek kiri (3), bek tengah (4), bek tengah (5), gelandang bertahan (6), gelandang sayap (7), gelandang tengah (8), playmaker (10), gelandang sayap (11), striker (9).
Baca Juga: Bocah Cilik Pilih Arsenal ketimbang MU: Ramal The Red Devils Kalah?
Walaupun sempat menuai pro dan kontra terhadap keberadaan nomor punggung, FA selaku federasi sepak bola Inggris akhirnya mempermanenkan aturan wajib penggunaan nomor punggung pada setiap pemain di tahun 1939.
Bisa dikatakan dengan adanya nomor punggung yang dikenakan pemain di yaitu untuk mempermudah mengenali pemain yang bertanding di lapangan. Pada Piala Dunia 1954 menjadi ajang diperkenalkan secara resmi nomor tetap pemain dalam skuat.
Penomoran Sesuai Abjad
Pola penomoran unik juga pernah dilakukan sesuai dengan abjad yang dilakukan oleh Timnas Argentina dalam tiga edisi Piala Dunia, 1974, 1978 dan 1982. Para pemain diberikan nomor sesuai urutan abjad nama keluarga.
Baca Juga: Selena Gomez Akui Cinta Lionel Messi, Sweet Banget!
Semisalnya kiper Ubaldo Fillol mengenakan nomor punggung 5 pada Piala Dunia 1978 dan nomor 7 pada Piala Dunia 1982. Pengecualian diberikan untuk Diego Maradona dikarenakan dia sangat menyukai angka 10. Seharusnya sesuai urutan Maradona kebagian jatah nomor punggung 12.
Gol Tangan Tuhan Maradona (FIFA)
Sebagai negara yang mengenalkan nomor punggung, Inggris kemudian juga menambahkan sistem abjad yang sama pada Piala Dunia 1982. Sebagai penambahan, mereka memberikan hak khusus untuk kiper dan nomor 7 langsung diberikan pada kapten mereka, Kevin Keagan.
Aturan Nomor Punggung di Sepak Bola Sekarang
Untuk sekarang ini peraturan penggunaan nomor punggung sudah lebih fleksibel. Bahkan di Liga Inggris sempat menetapkan 1-11 untuk starter mengubah peraturan itu pada tahun 1993.
Setelah itu, pemain bebas memilih nomor punggung dari 1-99, asalkan nomornya permanen selama satu musim. Nama punggung juga diletakkan di atas nomor punggung menjadi hal yang wajib sejak tahun 1993.
Baca Juga: Arab Memang Negeri Sultan, Fabinho Langsung Dihadiahi Jam Rolex oleh Fans
Dalam perubahannya nomor punggung berkembang menjadi suatu hal yang utama untuk suatu klub atau timnas. Hal semacam ini umumnya berlangsung lantaran nomor punggung itu dipakai pemain hebat, serta adalah satu kehormatan besar bila diperkenankan menggunakan nomor punggung yang sama.
Bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo. (REUTERS/Ahmed Yosri)
Alhasil di jaman sepak bola sekarang nomor punggung sangat identik bukan lagi dengan posisi, melainkan dengan pemain itu sendiri. Sebagai contohnya, Cristiano Ronaldo dengan nomor “7” dan sudah punya brand yang dikenal secara luas dengan “CR7”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Beragam Sumber