Kiri: Ilustrasi petenis Korea Selatan. / Kanan: Petenis Korea Selatan Kim Eun-hee.
INDOZONE.ID - Pada tahun 2018 yang lalu, mantan pentenis Korea Selatan Kim Eun-hee mengungkapkan ke publik terkait masa lalunya yang kelam.
Ketika masih berusia 10 tahun, Kim Eun-hee adalah seorang siswi sekolah dasar yang bercita-cita menjadi seorang bintang tenis lapangan.
Namun, pada saat itu, pelatihnya pertama kali melakukan tindakan pelecehan seksual terhadapnya.
Baca Juga: Renee Gracie, Pembalap Wanita Potensial yang Banting Setir ke Industri Konten Dewasa
Karena usianya yang masih muda, Kim Eun-hee belum sepenuhnya mengerti situasi tersebut. Yang dia pahami hanyalah rasa takut yang amat besar saat sang pelatih meminta dia masuk ke ruangannya setelah berlatih.
Baru setelah bertahun-tahun berlalu, Kim menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan sebuah perkosaan.
"Dibutuhkan waktu lama bagi saya untuk menyadari bahwa tindakan itu adalah sebuah perkosaan," kata Kim di hadapan awak media saat itu.
Selama dua tahun, sang pelatih terus melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Pelatih tersebut bahkan mengatakan bahwa tindakan itu adalah sebuah rahasia antara mereka berdua. Sekarang, Kim yang sudah berusia 27 tahun, akhirnya memutuskan untuk berbicara kepada media internasional untuk pertama kalinya.
Mantan petenis Korea Selatan Kim Eun-hee.
Kim memilih untuk berbicara terbuka meskipun dia memiliki hak untuk menyembunyikan identitasnya. Dia ingin mengungkapkan penderitaan para atlet perempuan Korea Selatan yang mengalami pelecehan seksual oleh para pelatih mereka.
Meskipun Korea Selatan dikenal dengan kemajuan teknologinya dan musik K-Pop, negara ini juga merupakan kekuatan dalam olahraga regional dan telah menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas dan musim dingin.
Atlet perempuan Korea Selatan juga mencatat prestasi yang cukup baik dalam golf dunia. Namun, budaya patriarki masih kuat dalam masyarakat Korea Selatan, di mana hierarki sangat dihormati. Koneksi personal dianggap sama pentingnya dengan kemampuan seseorang dalam meraih kesuksesan karier.
Baca Juga: Ellie-Jean, Atlet Selancar yang Berpenghasilan Miliaran per Bulan Usai Jual Konten Dewasa
Kim menggambarkan bagaimana pelatih adalah otoritas mutlak dalam dunianya, mengendalikan setiap aspek hidupnya mulai dari latihan hingga tidur dan makan.
Dia juga mengungkapkan bahwa pelatihnya sering kali memukulnya dengan dalih sebagai bagian dari latihan. Sang pelatih akhirnya dipecat setelah beberapa orang tua mengeluhkan perilakunya yang mencurigakan. Namun, tanpa menghadapi tuntutan hukum, pelatih tersebut hanya dipindahkan ke sekolah lain.
Mantan petenis Korea Selatan Kim Eun-hee.
Banyak korban pelecehan seksual terpaksa diam karena berbicara di depan publik dianggap merusak peluang mereka untuk menjadi bintang.
Dalam sebuah jajak pendapat yang diadakan oleh Komite Olimpiade dan Olahraga Korea pada tahun 2014, satu dari tujuh atlet perempuan mengaku mengalami pelecehan seksual pada tahun sebelumnya. Namun, 70 persen dari mereka yang menjadi korban tidak mencari bantuan dari pihak manapun.
Orangtua dari korban di bawah umur sering kali menghentikan tuntutan hukum karena pejabat olahraga, yang sering kali merupakan teman pelaku pelecehan, mengancam bahwa langkah tersebut akan merusak masa depan anak-anak mereka.
Baca Juga: Profil dan Prestasi Alica Schmidt, Pelari asal Jerman yang Ditawari Berpose Telanjang oleh Playboy
Pada saat yang sama, organisasi olahraga sering kali mencoba menutupi masalah ini dengan memindahkan pelatih yang diduga bersalah ke institusi lain.
Pelecehan yang dialami oleh para atlet Korea Selatan tidak hanya terbatas pada pelecehan seksual, tetapi juga pelecehan fisik.
Sebagai contoh, Shim Suk-hee, yang memenangkan empat medali di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, mengungkapkan bahwa sang pelatih sering kali memukul dan menendangnya.
Karena itu, Shim terpaksa absen berlatih selama satu bulan karena harus menjalani perawatan medis. Pelatih tersebut mengakui perbuatannya kepada polisi dengan alasan ingin meningkatkan kemampuan para atlet.
Petenis Korea Selatan Kim Eun-hee saat masih aktif.
Kim Eun-hee sendiri telah berhasil meraih dua medali perunggu dalam pesta olahraga nasional Korea Selatan.
Meski begitu, dia selalu merasa terganggu saat mendengar teriakan para petenis di lapangan karena itu mengingatkannya pada sang pelatih yang memperkosanya.
Kim mengungkapkan keprihatinannya melihat sang pelatih tetap melatih para atlet muda selama bertahun-tahun tanpa konsekuensi apa pun.
Karena itu, dia memutuskan untuk melaporkan sang pelatih ke polisi dan pelatih tersebut akhirnya diadili dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Straits Times