Jumat, 04 JULI 2025 • 09:35 WIB

Perjalanan Hidup Diogo Jota Si Pahlawan Portugal! Bukti Bahwa Mimpi Tak Butuh Awal yang Sempurna

Author

Diogo Jota saat juara UEFA Nations League bersama Timnas Portugal. (Dok. UEFA)

INDOZONE.ID - "Yang penting bukan dari mana kita berasal, tetapi ke mana kita akan pergi."

Kalimat ini terpajang di pintu masuk Akademi Gondomar SC, klub masa kecil Diogo Jota yang kini menyandang namanya: Akademi Diogo Jota.

Di samping tulisan tersebut, terdapat foto Jota mengenakan seragam Gondomar, klub tempat ia bermain sejak usia sembilan hingga 17 tahun, dan foto lainnya saat membela Timnas Portugal.

Kutipan tersebut bukan hanya sekadar hiasan, tapi juga mewakili perjalanan hidup Jota. Ia mengucapkannya setelah mencetak dua gol dalam kemenangan Portugal 3-0 atas Swedia di UEFA Nations League 2020.

Sebuah kalimat yang kini seolah merangkum keseluruhan karier dan perjuangannya di sepak bola.

Baca juga: Diogo Jota Meninggal Dunia, Jurgen Klopp Kehilangan: Saya Patah Hati!

Awal yang Sederhana, Mental Juara Sejak Dini

Diogo Jota bukan berasal dari akademi klub besar seperti Benfica, Sporting Lisbon, atau FC Porto. Ia memulai segalanya dari Gondomar, klub kecil di kota kelahirannya.

Saat itu, ia harus membayar sekitar 20 euro per bulan, demi bisa bermain. Ia juga sempat dipandang sebelah mata oleh klub-klub besar, karena postur tubuhnya yang dianggap kurang ideal.

Namun, hal itu tidak menghalangi langkahnya. Ia melanjutkan karier ke Pacos de Ferreira, kemudian bergabung ke FC Porto, lalu mencoba peruntungan di Inggris bersama Wolverhampton Wanderers, hingga akhirnya bersinar bersama Liverpool.

Baca juga: Diogo Jota Meninggal Dunia, Cristiano Ronaldo: Kami Semua Akan Merindukanmu

Bakatnya memang tidak diragukan. Saat masih berseragam Pacos, Jota bahkan sempat dijuluki sebagai 'penerus Cristiano Ronaldo' oleh pelatihnya, Jorge Simao.

Sebuah pujian yang tidak membuatnya tinggi hati, justru ia menjadikannya motivasi.

"Jika dia percaya, kenapa saya tidak bisa?" katanya.

Disiplin dan Rendah Hati

Diogo Jota saat bermain di Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)

Apa yang membedakan Jota dari pemain lain bukan sekadar skill atau kecepatan di lapangan, melainkan mentalitas dan sikap profesionalnya.

Ia dikenal sebagai pemain yang fokus, tidak mudah terdistraksi, dan punya tujuan hidup yang jelas.

Gilberto Andrade, mantan koordinator tim muda Pacos, menyebutnya sebagai pemain yang cerdas, rendah hati, dan sangat disiplin.

Bahkan, saat ia sudah menjadi pemain utama, Jota tetap memilih tinggal di asrama klub bersama pemain-pemain akademi lainnya, hal yang jarang dilakukan pemain profesional sekelasnya.

Baca juga: Diogo Jota Meninggal Dunia Usai Unggah Video Pernikahan: Hari yang Tak Akan Pernah Kami Lupakan

Lebih dari itu, sejak muda Jota sudah sadar pentingnya mempersiapkan masa depan. Ia meminta bantuan Andrade untuk belajar bahasa Inggris karena percaya suatu hari akan bermain di luar negeri.

Keyakinannya itu terbukti, dan semua persiapannya itu menjadi salah satu kunci kesuksesannya.

Jota Simbol Perjuangan dan Inspirasi Sepak Bola Portugal

Diogo Jota peluk Cristiano Ronaldo. (Instagram/@diogoj_18)

Perjalanan karier Diogo Jota adalah pengingat bahwa, kesuksesan tidak selalu berasal dari akademi ternama. Ia bahkan sempat didiagnosis mengalami masalah jantung pada 2014.

Hal itu membuatnya tidak boleh berlatih selama hampir sebulan. Tapi ia tetap tenang, tidak panik, dan terus melangkah maju.

Jota menjadi contoh kecil bahwa, mimpi bisa lahir dari tempat sederhana, asal disertai kerja keras dan keyakinan kuat. Ia menunjukkan kepada generasi muda Portugal dan dunia, jalan menuju puncak memang tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin.

Kini, meskipun ia telah tiada setelah kecelakaan tragis bersama saudaranya di Spanyol, warisan Jota tetap hidup. Ia bukan hanya dikenang sebagai pemain hebat, tetapi juga sebagai panutan, pahlawan di lapangan, dan inspirasi dalam sepak bola.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC Sport

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU