INDOZONE.ID - Legenda Timnas Inggris, Paul Gascoigne telah dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (18/7/2025) malam waktu setempat setelah pingsan di kediamannya.
Menurut laporan The Sun yang dikutip dari TalkSport pada Senin (21/7/2025), legenda Timnas Inggris itu ditemukan setengah sadar di rumah temannya di kawasan Poole, Dorset, Inggris.
Paul Gascoigne yang dikenal sebagai legenda Tottenham Hotspur, dirawat di unit perawatan intensif sebelum dipindahkan ke unit medis akut.
Kondisi Gascoigne saat ini cukup stabil dan diketahui sudah keluar dari bahaya pada Sabtu malam waktu setempat. Namun, ia akan dirawat di rumah sakit untuk beberapa waktu.
Rekannya, Steve Foster, mengatakan, Gascoigne ingin mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah mendukungnya selama ini.
Banyak rekan-rekan eks pemain Lazio itu yang mendoakan pemain Timnas Inggris medio 1988-1998 ini, untuk bisa kembali ke kondisi terbaiknya.
"Terima kasih kepada semua orang atas dukungan yang telah diterimanya (Gascoigne) sejauh ini dari begitu banyak teman lama yang mendoakannya dan ingin melihatnya kembali ke kondisi terbaiknya," ujar rekan Paul Gascoigne yang dikutip dari TalkSports pada Senin (21/7/2025).
"Paul ada di rumah sakit, yang merupakan tempat terbaik baginya saat ini," tuturnya menambahkan.
Laporan The Sun menambahkan, putri Gascoigne, Bianca, kedua saudara perempuannya, serta teman-teman mantan pemain sepak bola Peter Beardsley, Chris Waddle, Paul Merson, dan Vinnie Jones terus diberi informasi terbaru mengenai situasi yang dialami Gazza (sapaan Gascoigne).
Semasa kariernya, Paul Gascoigne tercatat telah mengoleksi 57 caps bersama Timnas Inggris. Ia menjadi pemain ikonik Inggris di Piala Dunia 1990 dengan tangisannya setelah kekalahan atas Jerman Barat di pertandingan semi-final.
Ia juga menikmati kesuksesan di level klub, yang mana ia pernah membawa Tottenham Hotspur juara Piala FA dan juga membawa Rangers menjuarai dua gelar Liga Skotlandia.
Tak hanya itu, Gascoigne juga menjadi idola penggemar Inggris usai gol sensasionalnya ke gawang Skotlandia di ajang Euro 96 lalu, meskipun ia dianggap sebagai pemain top oleh para penggemar dan juga jurnalis sebelum turnamen tersebut.
Namun, pesepakbola jenius ini berjuang melawan sejumlah masalah pribadi selama karier bermainnya dan perjuangan terus berlanjut setelah ia pensiun dari sepak bola pada tahun 2004 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TalkSport