INDOZONE.ID - Seiring berjalannya musim Formula 1 tahun 2025, kemitraan dominan antara Red Bull Racing dan Honda akan resmi berakhir. Namun, ini bukanlah akhir dari perjalanan Honda di puncak motorsport.
Pabrikan asal Jepang tersebut siap memulai babak baru yang ambisius sebagai mitra kerja eksklusif tim Aston Martin, sebuah kolaborasi yang dipersiapkan secara matang untuk menghadapi era regulasi baru F1 tahun 2026.
Proses integrasi antara kedua belah pihak dilaporkan berjalan sangat mulus. Kolaborasi antara insinyur Inggris dan Jepang dilakukan tanpa lelah demi memastikan sinergi teknis yang sempurna, membangun pondasi kokoh untuk menjadi penantang gelar di masa depan.
Jauh sebelum mobil AMR26 menyentuh aspal, pekerjaan teknis yang rumit sudah berlangsung di balik layar. Rob Marshall, Chief Engineering Officer Aston Martin, mengungkapkan bahwa proses desain memastikan power unit Honda akan terpasang sempurna pada sasis dan transmisi baru mereka.
“Pekerjaan telah berlangsung selama berbulan-bulan, jadi desain power unit Honda sangat cocok dengan bagian belakang monokok dan bagian depan transmisi kami,” kata Marshall, dikutip dari laman resmi F1.
Kolaborasi ini tidak hanya berlangsung di atas kertas. Pengujian komponen fisik telah dilakukan secara paralel di dua benua untuk menjamin keandalan dan performa.
Baca juga: CEO Honda Racing Corporation Ungkap Soal Line-up Aston Martin untuk Musim Depan
Bagi Aston Martin, kemitraan ini lebih dari sekadar pasokan mesin. Ini adalah sebuah transformasi fundamental. Mereka beralih status dari tim pelanggan (yang sebelumnya menggunakan mesin Mercedes) menjadi tim pabrikan sejati. Perubahan ini, yang berbarengan dengan pembangunan pabrik baru dan perubahan regulasi, disambut dengan antusias luar biasa oleh tim.
“Ini adalah transformasi besar bagi semua orang di tim kami,” jelas Marshall.
“Tapi saya sangat terkesan dengan antusiasme yang dimiliki semua orang. Semua ingin berada di garis depan,” sambungnya.
Semangat tersebut membentuk budaya keterbukaan, di mana setiap anggota tim bersedia mengubah cara kerja dan mengambil tanggung jawab baru.
“Semua orang sibuk, semua orang melakukan banyak perubahan, tapi itu adalah perubahan yang menyenangkan,” tambahnya.
Baca juga: Tim Astra Honda Borong 5 Podium di ARRC Buriram 2025
Dari sisi Honda, mereka memasuki proyek 2026 dengan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat kembali ke F1 pada tahun 2015. Presiden Honda Racing Corporation (HRC), Koji Watanabe, menyoroti perbedaan krusial tersebut.
“Kami telah menghentikan proyek dengan Formula 1 sehingga kami tidak siap pada 2015. Kami memulai dari nol,” ungkap Watanabe.
“Saat ini kami tidak memulai dari nol, jadi pengembangannya jauh lebih mulus,” tambahnya.
Pengalaman dan data selama era kesuksesan bersama Red Bull menjadi modal tak ternilai dalam mempercepat kurva pengembangan power unit 2026.
Kemitraan ini semakin diperkuat dengan bergabungnya maestro aerodinamika, Adrian Newey, ke Aston Martin sebagai mitra teknis sekaligus pemegang saham. Kehadiran Newey mempertemukannya kembali dengan Honda, kombinasi yang sebelumnya terbukti sangat sukses.
Dengan integrasi teknis yang mulus, transformasi tim yang antusias, fondasi pengembangan Honda yang kuat, serta kejeniusan Adrian Newey, aliansi Aston Martin–Honda memiliki semua elemen untuk menjadi kekuatan dominan baru saat Formula 1 memasuki era 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Formula1.com