Minggu, 27 JULI 2025 • 20:00 WIB

FIFPro Desak FIFA untuk Dengarkan Suara Para Pemain yang Tertekan Karena Jadwal Padat

Author

Logo FIFPro. (Dok. FIFPro)

INDOZONE.ID - Organisasi yang mewakili pemain sepak bola profesional di seluruh dunia, FIFPro, kembali menyuarakan kekhawatiran soal padatnya jadwal kompetisi.

Mereka menyebut banyak pemain merasa tidak bebas untuk berbicara secara terbuka, meskipun kebutuhan utama mereka sering diabaikan oleh FIFA.

Sekretaris Jenderal FIFPro, Alex Phillips, menjelaskan bahwa para pemain merasa takut akan konsekuensi jika mereka menyampaikan pendapat.

Tekanan dari klub dan federasi sepak bola membuat mereka memilih diam daripada harus menghadapi risiko yang bisa merugikan karier mereka.

Baca juga: Jadwal Sepak Bola Makin Gila, Pep Guardiola Beri Sindiran Menohok ke FIFA soal Piala Dunia Antarklub 2025

Jadwal Padat dan Minim Istirahat Jadi Masalah

Sekretaris Jenderal FIFPro, Alex Phillips. (Dok. FIFPro)

Dalam beberapa tahun terakhir, kalender pertandingan sepak bola makin padat.

Selain kompetisi domestik dan internasional, FIFA juga menambahkan agenda seperti Piala Dunia Antarklub yang diperluas formatnya. Hal ini semakin membebani kondisi fisik dan mental para pemain.

Salah satu contohnya terjadi pada Chelsea. Klub asal London itu baru saja mengakhiri musim mereka dengan menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025.

Namun hanya 35 hari setelahnya, mereka sudah harus kembali turun ke lapangan untuk menjalani pertandingan pertama Premier League melawan Crystal Palace. Jarak yang sangat singkat untuk pemulihan.

Baca juga: Pujian FIFA untuk Keberhasilan Piala Dunia Antarklub 2025 Hanyalah Fiksi Belaka

Phillips mengungkapkan bahwa para pemain sudah mengeluhkan masalah ini kepada FIFPro. Banyak dari mereka merasa kelelahan, namun tidak punya pilihan lain selain terus bermain.

"Para pemain enggan berbicara karena mereka tidak memiliki kekuatan," kata Phillips.

"Secara individu, beberapa mungkin masuk dalam 1% pemain yang kaya. Namun, 99% sisanya tak punya kekuatan, kecuali melalui serikat atau asosiasi mereka."

Pemain Merasa Tertekan tapi Tak Bisa Bersuara

Sebelum berlangsungnya Piala Dunia Antarklub, Phillips sempat berdiskusi langsung dengan beberapa pemain.

Ia mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka mengaku tidak memiliki waktu istirahat yang cukup. Bahkan ada yang menyebut hanya bisa istirahat ketika mengalami cedera.

"Salah satu dari mereka bilang, ‘satu-satunya waktu istirahat saya adalah saat cedera’. Ada juga yang terlihat sudah pasrah dan sinis saat bicara soal kondisi ini," ujar Phillips..

Baca juga: Alisson Becker Beri Pesan Terbuka ke UEFA dan FIFA Terkait Jadwal Pertandingan yang Padat

Lebih miris lagi, beberapa pemain yang mengeluh secara pribadi itu kemudian terlihat membuat video promosi yang memuji Piala Dunia Antarklub.

Menurut Phillips, itu bukan karena mereka benar-benar mendukung, tapi karena perintah dari klub atau sponsor yang harus mereka patuhi sebagai bagian dari kontrak kerja.

"Mereka terpaksa membuat video yang menyatakan Piala Dunia Antarklub luar biasa, karena disuruh oleh klub atau atasan mereka. Itu bagian dari pekerjaan mereka," jelasnya.

"Situasi ini sangat kontradiktif. Pemain tidak bisa berbicara bebas. Mereka berada dalam posisi sulit. Kalau bicara, bisa saja ada konsekuensi buruk," tutupnya.

FIFA Balas Kritik dari FIFPro

Presiden FIFA, Gianni Infantino, di konferensi pers Piala Dunia Antarklub 2025. (IMAGN IMAGES via Reuters/Daniel Kucin Jr)

FIFA tak tinggal diam menanggapi pernyataan dari FIFPro. Dalam pernyataan resminya, FIFA menyayangkan sikap serikat pemain tersebut yang dianggap justru menimbulkan perpecahan di sepak bola.

"Sepak bola seharusnya membawa persatuan, bukan perpecahan. Para pemain membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar retorika," bunyi pernyataan resmi dari FIFA.

Baca juga: Rodri Ungkap Ancaman Mogok Bermain Akibat Jadwal Laga yang Padat Ancam Kesehatan Pemain

FIFA menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan para pemain serta pihak-pihak yang benar-benar peduli terhadap masa depan sepak bola.

Namun, mereka juga menantang FIFPro untuk menunjukkan komitmen yang nyata, bukan hanya sekadar kritik.

"FIFA akan terus bekerja sama dengan para pemain dan semua pihak yang benar-benar peduli terhadap masa depan sepak bola. Sekarang terserah FIFPro apakah mereka ingin ikut serta dalam upaya ini atau tidak."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC Sport

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU