INDOZONE.ID - Mungkin kalian berpikir perusahaan otomotif Negeri Paman Sam yaitu Ford cuma numpang nama dan mengurus pasokan baterai buat mobil Formula 1 (F1) musim 2026 mendatang.
Eits, itu salah besar! Meskipun awalnya memang cuma jadi pemasok baterai di Red Bull, Ford sekarang dikasih kesempatan buat campur tangan di hampir semua aspek mobil juara dunia musim 2023 itu.
Kolaborasi antara Red Bull-Ford ternyata jauh lebih dalam dari apa yang kita bayangin. Ford nggak cuma jadi sponsor, tapi beneran jadi partner teknis yang bakal "obrak-abrik" seluruh proses mulai dari desain hingga proses produksi mobil F1 untuk era baru nanti.
Baca juga: Bangga! Petenis Indonesia, Janice Tjen, Lolos ke Babak Pertama US Open
Ford Awalnya Cuma Coba-Coba
Ceritanya dimulai saat Red Bull "putus" dengan Honda dan nekat bikin divisi mesin sendiri, Red Bull Powertrains (RBPT).
Hal ini termasuk langkah gokil, soalnya sejak berdiri tahun 2005, Red Bull selalu jadi tim pelanggan mesin. Nah, buat proyek ambisius ini, mereka menggandeng Ford sebagai partner teknis.
Awalnya, Ford hanya punya akses terbatas mengenai hal tersebut. Mereka cuma fokus di area high-tech seperti sel baterai dan motor listrik, serta software (perangkat lunak) kontrol dan analisis untuk Power Unit.
Intinya, Ford kelihatan cuma bakal ngurusin bagian elektrifikasinya aja. Tapi, dilansir dari Motor Sport Aktuell, Mark Rushbrook dari Ford ngasih update yang bikin kaget. Keterlibatan mereka sekarang sudah level up banget.
Ford Ikut Campur Sampai ke Dapur Pacu
Ford ternyata sadar kalau mereka bisa belajar banyak, nggak cuma dari sisi listrik, tapi juga dari mesin pembakaran internal (combustion engine) yang tentu saja jadi "jantung" mobil F1.
"Awalnya, kami tidak ingin terlalu terlibat dalam mesin pembakaran, tapi sekarang kami terlibat karena kami masih punya banyak hal untuk dipelajari di area ini," kata Rushbrook.
Ford sekarang ikut membantu produksi komponen mesin, terlibat dalam desain hampir seluruh bagian mobil, dan bahkan ikut serta di sisi operasional tim.
Mereka nggak lagi cuma "coba-coba" yang ngurusin baterai, tapi udah jadi bagian inti dari tim pengembangan.
Baca juga: Oliver Glasner Pastikan Kepindahan Eberechi Eze ke Arsenal
Mengapa Kolaborasi Red Bull-Ford Penting Banget?
Keterlibatan penuh Ford ini datang di waktu yang super pas. Kenapa? Karena musim 2026 bakal jadi salah satu perombakan aturan terbesar dalam sejarah F1. Semua tim bakal mulai dari nol, dan mobilnya bakal beda banget dari yang sekarang.
Per musim 2026 nanti mobil bakal jadi lebih glow up, cantik, dan menawan tetapi juga lebih buas dari sebelumnya. Apa saja sih perubahannya?
Pertama, mobil jadi lebih "langsing" dan bobotnya makin ringan. Hal ini tentu saja selain biar makin ngacir, ukuran mobil yang jauh lebih kecil dari musim ini diharapkan akan banyak aksi overtake di balapannya.
Kedua, aerodinamika aktif. Nah, ini salah satu yang paling mencolok. Musim depan kita nggak bisa lagi ngeliat bilah sayap belakang mobil F1 kebuka di zona DRS.
Baca juga: Sempat Satu Tim di Timnas Belanda U-21, Justin Kluivert Berharap Karier Kevin Diks Bisa Bersinar
Tujuannya jelas: ngurangin hambatan angin di trek lurus. Jadi, selamat tinggal, DRS!
Ketiga, power mobil dibagi rata 50:50. Mobil F1 musim depan untuk pembagian tenaganya akan dibagi menjadi 50:50, yang di mana 50% dari mesin pembakaran sedangkan sisanya dari tenaga listrik.
Terakhir, bahan bakar yang ramah lingkungan. Semua mobil F1 musim depan harus pakai bahan bakar berkelanjutan.
Rushbrook mengakui, bahkan tim sekelas Red Bull pun sumber dayanya terbatas untuk menghadapi tantangan sebesar ini. Apalagi mereka belum pernah sekalipun membangun mesin F1 sendiri dari nol di markas Milton Keynes.
Jadi, kedatangan Ford dengan segala sumber daya, pengalaman, dan pengetahuannya jadi kunci penting bagi Red Bull untuk bisa tetap kompetitif di era baru nanti. Ini bukan lagi sekadar kerja sama, tapi sebuah fusi dua raksasa yang siap menciptakan monster baru di grid F1 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Motor Sport Aktuell