INDOZONE.ID - Erik ten Hag telah dipecat sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada musim ini. Pemecatan pelatih asal Belanda itu cukup mengejutkan publik sepak bola. Sebab, pelatih berusia 55 tahun itu baru memainkan 3 pertandingan sebagai pelatih Leverkusen.
Ten Hag mengawali debut kompetitifnya bersama Bayer Leverkusen cukup positif, dengan membawa klub berjuluk Die Werkself itu menang meyakinkan dengan skor 4-0 atas klub divisi 4 Liga Jerman, SG Sonnenhof di pertandingan putaran pertama DFB Pokal.
Kemudian di ajang Bundesliga, Erik ten Hag gagal membawa Bayer Leverkusen meraih kemenangan di spieltag 1 Bundesliga usai kalah 2-1 atas Hoffenheim. Lalu, di spieltag kedua, Leverkusen justru ditahan imbang 3-3 oleh Werder Bremen.
Hasil tersebut membuat Bayer Leverkusen terjerembab di posisi ke-12 di klasemen sementara Bundesliga musim 2025/26. Hal itu memicu manajemen klub memecat Erik ten Hag sebagai pelatih Leverkusen.
Namun, ada fakta menarik dibalik keputusan manajemen Bayer Leverkusen untuk memecat Erik ten Hag meskipun ia baru menangani jawara Bundesliga musim 2023/24 itu sebanyak 3 pertandingan kompetitif saja.
Menurut laporan De Telegraaf yang dikutip dari Fussball Transfer pada Rabu (3/9/2025), alasan manajemen Bayer Leverkusen memecat Ten Hag karena adanya perbedaan pandangan mengenai perencanaan skuad, sehingga menimbulkan ketegangan.
Media Belanda itu menyebut bahwa Erik ten Hag di klub-klub sebelumnya selalu terlibat dalam keputusan transfer pemain. Hal berbeda dialami oleh eks pelatih Ajax itu di Leverkusen, karena tidak terlibat dalam keputusan transfer pemain.
Tak hanya itu, Telegraaf juga mengatakan bahwa situasi di tempat latihan juga kurang kondusif. Beberapa pemain Leverkusen banyak yang mengeluh kepada manajemen klub terkait pendekatan Ten Hag yang cukup berbeda ketimbang pelatih sebelumnya yakni Xabi Alonso.
Bahkan, The Athletic pun juga menambahkan bahwa ketegangan antara pemain dan pelatih sudah terjadi sejak latiha pramusim di Brazil.
Baca juga: LAFC Umumkan Adrian Wibowo Dapat Panggilan dari Timnas Indonesia, Bela Senior atau U-23?
Pendekatan Ten Hag yang Kaku Menyebabkan Banyak Pemain Hengkang
Perubahan gaya kepelatihan dari Xabi Alonso ke Erik ten Hag yang dinilai kurang komunikatif, menyebabkan beberapa pemain kunci Leverkusen, salah satunya Granit Xhaka, memutuskan untuk hengkang dari BayArena dan bergabung dengan klub promosi Liga Inggris, Sunderland.
Alhasil, sudah terlihat sejak awal bahwa Erik ten Hag kurang menyukai skuad Bayer Leverkusen saat ini. Hal itu berimbas dengan performa tim yang menurun, yang mana Leverkusen kini menempati posisi ke-12 dengan perolehan satu poin.
Kemudian, juga berimbas pada proses finalisasi kesepakatan yang hanya omong kosong sehingga itu sangat merugikan tim.
Menurut laporan Bild, Erik ten Hag kabarnya akan diberi pesangon sebesar 5 juta Euro (Rp95 miliar). Jika ditotal Ten Hag sudah mengantongi 6 juta Euro (Rp114 miliar) termasuk gajinya setelah dua bulan melatih Leverkusen.
Baca juga: Resmi Gabung Manchester City, Gianluigi Donnarumma Tak Sabar Main di Etihad Stadium
Kandidat Pelatih Baru Leverkusen
Dipecatnya Erik ten Hag sebagai pelatih Bayer Leverkusen membuat manajemen klub langsung bergerak cepat untuk mendatangkan pelatih baru.
Menurut laporan Fussball Transfer, Leverkusen sudah menyiapkan Edin Terzic sebagai kandidat pengganti Erik ten Hag sebagai pelatih Bayer Leverkusen.
Diketahui, Edin Terzic saat ini masih menganggur sejak ia berhenti sebagai pelatih Borussia Dortmund. Namun, ada nama lain yang akan menggantikan posisi Ten Hag di Bayer Leverkusen yakni Marco Rose dan Xavi Hernandez yang juga masih menganggur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fussball Transfer, Bild, De Telegraaf