INDOZONE.ID - Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) resmi mendiskualifikasi klub raksasa Argentina, Independiente, dari Copa Sudamericana pada Kamis 4 September 2025.
Keputusan ini diambil setelah terjadinya kericuhan di Stadion Libertadores de America, Buenos Aires, saat leg II babak 16 besar melawan Universidad de Chile.
Dengan keputusan tersebut, Universidad de Chile otomatis lolos ke perempat final. Tim asal Chile itu akan menantang wakil Peru, Alianza Lima, dalam duel berikutnya.
Baca juga: Perayaan Kemenangan PSG Berujung Kerusuhan di Paris, 2 Orang Meninggal dan 300 Orang Ditangkap
Kronologi Kericuhan
Kerusuhan sendiri pecah pada 20 Agustus lalu ketika pertandingan harus dihentikan oleh pihak berwenang.
Situasi tak terkendali membuat laga tak bisa dilanjutkan. Aksi anarkis menyebabkan korban luka serius dan berakhir dengan sejumlah penangkapan.
Suporter Universidad de Chile awalnya melemparkan benda ke arah pendukung tuan rumah yang kemudian dibalas dengan aksi brutal ketika fans Independiente masuk ke sektor pendukung lawan untuk melakukan pemukulan.
Bahkan, seorang pendukung tim tamu nekat melompat dari tribun atas demi menyelamatkan diri.
Baca juga: Bobotoh Ricuh dengan Steward dan Menyalakan Flare, Ancaman Sanksi Menghantui Persib
Sanksi untuk Independiente dan Universidad de Chile
Tak hanya mendiskualifikasi Independiente, CONMEBOL juga menjatuhkan sanksi berat kepada kedua tim.
Klub asal Argentina itu didenda sebesar 250 ribu dolar AS (sekira Rp4,1 miliar), sedangkan Universidad de Chile dikenai denda 270 ribu dolar AS (sekira Rp4,4 miliar).
Selain denda, kedua klub diwajibkan menjalani hukuman pertandingan tanpa penonton.
Baca juga: Chelsea Didenda 31 Juta Euro oleh UEFA dan Terancam Sanksi Tambahan karena Melanggar Aturan Keuangan
Independiente dan Universidad de Chile masing-masing harus memainkan tujuh laga kandang tanpa penonton serta tujuh laga tandang tanpa dukungan suporter mereka.
Hukuman ini dianggap sebagai salah satu yang paling berat dalam sejarah turnamen, sekaligus menjadi peringatan keras bagi klub lain agar lebih serius menjaga keamanan di stadion.
Kecaman FIFA
Kerusuhan tersebut langsung menuai perhatian seluruh penjuru dunia. Rekaman video dan foto yang beredar memperlihatkan kekerasan brutal di tribun penonton.
Pemerintah Argentina dan Chile sama-sama mengecam keras insiden tersebut.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga memberikan tanggapan sehari setelah kejadian. Ia menyebut bahwa sanksi yang dijatuhkan harus menjadi contoh agar insiden serupa tidak terulang di kompetisi lainnya.
Saat pertandingan dihentikan, skor masih imbang 1-1. Akan tetapi, hasil tersebut sudah cukup untuk meloloskan Universidad de Chile, karena mereka sebelumnya menang 1-0 pada leg pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CONMEBOL