Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 10:38 WIB

Timnas Indonesia U-23 Gagal Lolos ke Piala Asia U-23 2026, Gerald Vanenburg Singgung Menit Bermain

Author

Robi Darwis menyemangati Cahya Supriadi usai Timnas Indonesia U-23 kalah 0-1 dari Korsel. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

INDOZONE.ID - Timnas Indonesia U-23 dipastikan gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari mendatang.

Timnas Indonesia U-23 dipastikan finis sebagai runner up Grup J, usai takluk 0-1 dari Korea Selatan (Korsel). Korsel pun lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026 sebagai juara Grup J.

Timnas Indonesia U-23 sebelum lawan Korsel. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Atas kegagalan tersebut, Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, pun menyinggung perihal menit bermain para pemain asuhannya.

Menurut juru taktik asal Belanda itu, jam terbang di klub masing-masing amat penting bagi para pemain muda supaya siap mentas di turnamen internasional.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tumbang 0-1 dari Korea Selatan, Gagal ke Piala AFC 2026

“Ketika mereka kembali ke klub, memang perlu jam terbang untuk bermain agar ketika mereka menghadapi turnamen seperti ini, mereka siap,” kata Vanenburg pada jumpa pers usai pertandingan kontra Korsel di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), dikutip dari ANTARA, Rabu (10/9/2025).

Vanenburg pun mengomentari kelolosan Korsel ke Piala Asia U-23 2026. Menurutnya, kesuksesan Korsel dipengaruhi kualitas para pemain mereka yang rutin bermain di K-League.

“Karena kalau kita lihat contoh di Korea, mereka juga punya kompetisi itu. Dan setiap pekan, mereka yang main hari ini pasti akan main setiap minggu dengan jam terbang tinggi. Jadi itu perlu,” jelas pelatih asal Belanda tersebut.

Kegagalan yang Menyakitkan bagi Timnas Indonesia U-23

Kegagalan Timnas Indonesia U-23 lolos ke Piala Asia U-23 2026 terasa begitu menyakitkan. Sebab, itu terjadi di kandang sendiri.

Baca juga: Mengkhawatirkan! Timnas Indonesia U-23 Gagal Cetak Gol Lewat Permainan Terbuka di 5 Pertandingan Beruntun

Awalnya, Timnas Indonesia U-23 diharapkan bisa berbicara banyak setelah menjadi tuan rumah Grup J.

Sayangnya, faktor tuan rumah dan dukungan suporter belum cukup untuk membantu Timnas Indonesia U-23 lolos ke putaran final.

Sekarang, Timnas Indonesia U-23 harus belajar dari kegagalan ini supaya jadi lebih baik lagi di turnamen berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU