Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 09:20 WIB

Mengenal Strategi Long Ball dan Long Throw yang Akan Digunakan Thomas Tuchel di Timnas Inggris

Author

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. (sumber: X/@MirrorFootball)

INDOZONE.ID - Thomas Tuchel menyebut bahwa strategi long ball dan long throw akan kembali digunakan oleh Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Tidak hanya sekadar lemparan jarak jauh dan permainan bola panjang, Tuchel juga menginginkan para kiper mampu memberikan umpan jarak jauh untuk langsung menghasilkan second ball dan peluang berbahaya di pertahanan lawan, alih-alih bermain umpan pendek yang memakan banyak waktu.

Strategi Long Ball dan Long Throw di Sepakbola Inggris

Sebenarnya, strategi long ball dan long throw tetap eksis di sepakbola Inggris. Namun, perkembangan sepakbola modern membuat strategi ini sedikit terlupakan.

Sejak Liga Inggris kedatangan banyak pemain dari Eropa Daratan dan Amerika Selatan, strategi long ball dan long throw mulai ditinggalkan.

Baca juga: Thomas Tuchel Siapkan Strategi Lemparan Jauh untuk Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Ibarat sebuah tren, strategi dan taktik di sepakbola juga mempunyai siklus dan akan berganti setiap beberapa tahun.

Ketika Thomas Tuchel menerima tawaran Timnas Inggris, ia langsung berbicara soal strategi long ball dan long throw yang akan dimainkan, di mana cara bermain tersebut mencerminkan identitas dari Negeri Tiga Singa.

Bahkan, pelatih sekelas Pep Guardiola mulai mencoba menggunakan strategi umpan panjang sebagai variasi permainan. Hal ini ditunjukkan dengan menunjuk mantan asisten pelatih Jürgen Klopp di Liverpool, Pep Lijnders, sebagai asistennya. Penunjukkan Pep Lijnders menandakan bahwa Guardiola keluar dari zona nyamannya dan akan mencoba bermain dengan umpan panjang berintensitas tinggi seperti yang ditunjukkan Jürgen Klopp, yang dinamakan sistem bermain “Heavy Metal.”

Kembalinya Role Target Man Menggantikan False Nine

Karena strategi long ball mulai dimainkan kembali oleh klub-klub Liga Inggris, secara otomatis penyerang tinggi yang menjadi target man di lini depan kembali diminati sebagai bagian dari evolusi permainan.

Erling Haaland, yang telah bergabung dengan Manchester City, mengubah permainan yang sebelumnya diusung Pep Guardiola yang mengandalkan strategi false nine.

Sementara itu, klub besar lainnya juga tidak mau kalah dengan mendatangkan penyerang bertubuh tinggi dan besar di lini depan. Arsenal merekrut Victor Gyokeres, Manchester United mendatangkan Benjamin Sesko, Newcastle United menghadirkan Nick Woltemade, Chelsea membeli Liam Delap, hingga Liverpool yang memboyong Alexander Isak.

Baca juga: Thomas Tuchel: Tidak Ada Alasan, Para Pemain Timnas Inggris Harus Buktikan Diri Lawan Serbia

Taktik long ball jelas lebih efektif ketika menghadapi negara yang bermain lebih menyerang. Tuchel kemungkinan akan menerapkan strategi ini saat Piala Dunia 2026 karena di babak kualifikasi, Inggris sering bertemu dengan negara yang menumpuk pemain di lini pertahanan, sehingga long ball kurang efektif digunakan.

Pada akhirnya, strategi long ball dan long throw bukanlah taktik yang harus diterapkan terus-menerus tanpa melihat karakteristik lawan. Namun yang jelas, strategi ini akan semakin sering dimainkan, dan Timnas Inggris akan menjadi salah satu pionir dalam evolusi taktik ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yorkshirepost.co.uk

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU