INDOZONE.ID - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dan Presiden Serikat Pemain FIFPro, David Terrier, pada Senin 15 September 2025, menyerukan perubahan jadwal pertandingan untuk melindungi kesehatan pemain.
Mereka menegaskan jadwal pertandingan yang makin padat kini sudah mencapai titik kritis dan sangat berpotensi membahayakan karier pemain.
Cedera Yamal, Dembele, dan Doue Jadi Contoh
Pernyataan ini muncul setelah kritik dari manajer Barcelona, Hansi Flick, terkait cedera pangkal paha yang dialami Lamine Yamal.
Flick mengungkapkan, bahwa pemain berusia 18 tahun itu sempat diberi obat penghilang rasa sakit, agar bisa bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Timnas Spanyol meski sudah merasa tidak nyaman.
Baca juga: Hansi Flick Boleh Dampingi Barcelona di Liga Champions Usai UEFA Cabut Hukuman
Kasus serupa juga dialami Paris Saint-Germain (PSG). Klub raksasa Prancis itu menuduh staf medis Timnas Prancis mengabaikan rekomendasi mereka soal risiko cedera.
Akibatnya, Ousmane Dembele dan Desire Doue kembali ke klub dalam kondisi tidak fit, sehingga memperkuat kritik terhadap padatnya jadwal pertandingan.
Kritik Serikat Pemain dan Tuntutan Perubahan
Tak hanya klub, Serikat Pemain Prancis (UNFP) juga ikut menyoroti masalah yang sama. Mereka menilai kalender pertandingan yang ditentukan FIFA sudah tidak ramah bagi kesehatan pemain.
Baca juga: PSG Tuntut Penanganan Medis Timnas Prancis Setelah Dembele dan Doue Cedera
Kondisi ini dianggap sebagai ancaman serius, terutama bagi pemain top yang harus tampil di kompetisi domestik, Eropa, dan juga pertandingan bersama tim nasional.
Kolaborasi Demi Masa Depan Sepak Bola
Ceferin dan Terrier, yang bertemu pekan lalu di Albania, menegaskan pentingnya kerja sama antara UEFA, federasi, liga, klub, dan serikat pemain demi menjaga kesejahteraan atlet.
Ceferin menilai tim nasional tetap menjadi bagian penting dari identitas dan persatuan Eropa.
Menurutnya, dengan semakin meningkatnya tuntutan terhadap pemain, kolaborasi antar semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencari solusi yang seimbang demi masa depan sepak bola.
“Kerja sama kami dengan FIFPro Eropa mencerminkan tanggung jawab bersama untuk melindungi kesehatan pemain sekaligus memperkuat fondasi sepak bola,” ujar Ceferin.
Baca juga: Jules Kounde Desak FIFA untuk Evaluasi Kalender Sepak Bola yang Terlalu Padat
Sementara itu, Terrier menegaskan bahwa semua pihak memikul tanggung jawab yang sama untuk bertindak. Ia menilai kalender pertandingan memang sudah berada di titik kritis.
“Kalender pertandingan sudah mencapai titik kritis. Di Eropa, kita memiliki klub, liga, dan asosiasi nasional sebagai mitra untuk membangun protokol yang bisa melindungi pemain," kata Terrier.
"Dengan begitu, sepak bola di level klub maupun tim nasional bisa terus menginspirasi, menyatukan, dan berkembang,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: UEFA, FIFPRO