Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 10:02 WIB

Guardiola Kehabisan Ide? City Dipaksa Parkir Bis di Emirates

Author

Pep Guardiola saat melatih di Manchester City. (REUTERS/Peter Powell)

INDOZONE.ID - Manchester City harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium, Minggu malam (21/09/25). Pertandingan ini memunculkan sorotan besar terhadap strategi Pep Guardiola yang dinilai kehilangan sentuhan khasnya setelah City tampil lebih banyak bertahan layaknya “parkir bus.”

City unggul lebih dulu pada menit ke-9 lewat skema serangan balik cepat. Tijani mengirim assist matang kepada Erling Haaland yang menuntaskannya dengan sepakan datar ke gawang Donnarumma.

Namun, setelah gol tersebut, City justru lebih banyak bertahan dan membiarkan Arsenal mendominasi permainan. Statistik memperlihatkan Arsenal unggul 68 persen penguasaan bola, sementara City hanya 32 persen.

Drama terjadi di menit 90+3. Gabriel Martinelli, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti. Bola membentur Nathan Ake dan berbelok masuk, membuat Donnarumma mati langkah. Gol ini membuat Emirates bergemuruh sekaligus menahan City yang hampir meraih kemenangan.

Baca juga: Gol Telat Martinelli Bawa Arsenal Tahan Imbang Man City 1-1

Satu Kali dalam Sepuluh Tahun Tidak Masalah

Dalam konferensi pers seusai laga, Pep Guardiola mengakui timnya memang lebih banyak bertahan.

“Persentase penguasaan bola kami adalah yang terendah sejak saya di City. Itu karena Arsenal memang lebih baik dalam aspek itu. Kadang kami ingin menguasai, tapi tidak bisa. Hari ini kami harus bertahan lebih dalam dan memanfaatkan transisi. Satu kali dalam sepuluh tahun tidak masalah, kan,” ujar Pep.

Guardiola juga menegaskan bahwa faktor jadwal padat membuat timnya tidak bisa tampil dengan intensitas penuh.

“Kami bermain Kamis lalu, lalu Minggu malam harus ke London melawan salah satu tim terbaik Eropa. Dengan kondisi seperti ini, kadang kami harus menerima untuk bertahan dan mencari cara lain agar tetap bisa bertahan hidup di pertandingan,” jelasnya.

Kami Terpaksa Mencoba Strategi Ekstrem

Pep Guardiola harus terima hasil imbang setelah Arsenal berhasil menjebol gawang di menit akhir. (Foto: Instagram/pepteam)

Pep juga secara jujur mengaku tidak menikmati gaya bertahan ekstrem ini.

“Saya menderita. Saya ingin bola berada di kaki kami, bukan hanya menunggu di belakang. Tapi kadang lawan terlalu bagus, dan Anda harus bertahan,” katanya.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti semangat dan mentalitas para pemainnya yang ia nilai tetap positif meski harus bermain tidak sesuai gaya khas City.

“Tanpa mentalitas seperti ini, kami tidak akan bertahan. Para pemain menunjukkan kemampuan luar biasa. Itu yang paling penting untuk saya saat ini,” tambahnya.

Baca juga: Mikel Arteta Senang dengan Permainan Arsenal Melawan Manchester City, Namun Tidak dengan Hasil Pertandingan

City Kehilangan Identitas?

Hasil imbang ini membuat City kini mengoleksi 7 poin dan berada di peringkat 9 klasemen, sementara Arsenal naik ke posisi 2 dengan 10 poin.

Namun, yang lebih ramai dibicarakan adalah identitas permainan City yang selama ini lekat dengan penguasaan bola dan dominasi, kini justru terlihat “parkir bus” di Emirates.

Fans dan pengamat mulai mempertanyakan, apakah Guardiola kehabisan ide dan kehilangan sentuhan emasnya, atau ini hanya strategi sesaat untuk menyiasati lawan berat dan jadwal yang padat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/BeanymanSports

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU