Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 12:25 WIB

Testimoni Semua Tim F1 di Grand Prix Azerbaijan: Red Bull dan Williams Bahagia, Haas dan Alpine Nelangsa!

Author

Grand Prix Azerbaijan 2025 (sumber: News.GP)

INDOZONE.ID - Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Jalanan Baku baru saja selesai, dan seperti biasa, trek yang dijuluki City of Winds ini menyajikan drama, kejutan, dan cerita yang epik. Ada tim yang pulang dengan senyum lebar sambil hitung-hitungan poin, tapi ada juga yang pulang lesu, lunglai, dan pengin cepat-cepat move on.

Melansir dari laman resmi F1, berikut rapor lengkap dan testimoni jujur dari semua 10 tim F1 setelah balapan penuh lika-liku di Baku. Siapa yang paling cuan dan siapa yang paling zonk?

Oracle Red Bull Racing: Gacor Parah, Pesta Cuan Poin!

Max Verstappen (sumber: XPB Images via Crash.net)

Max Verstappen tampil kayak G.O.A.T, dominan dari start sampai finis, dan borong semua penghargaan alias Grand Slam. Yuki Tsunoda juga tampil overpower dengan finis P6. Intinya, Red Bull lagi di atas angin!

Max Verstappen nunjukkin kenapa dia juara bertahan. Start dari pole position pakai ban keras, tapi dia malah ngacir sendirian di depan. Nggak ada yang bisa ngejar, benar-benar balapan yang flawless. Ia berhasil meraih Grand Slam, sebuah pencapaian langka yang menunjukkan dominasi total.

Baca juga: Max Verstappen Overpower di Azerbaijan: Sabet 'Grand Slam' dan Kejar Rekor Legenda!

Tapi pesta Red Bull nggak cuma soal Max. Yuki Tsunoda juga tampil gemilang! Dia start dengan bersih, berduel sengit, dan berhasil menahan Lando Norris di awal balapan. Finis di posisi ke-6 adalah hasil terbaiknya musim ini. Poin maksimal buat tim Banteng Merah!

"Ini akhir pekan yang luar biasa. Kunci kemenangan kami adalah start di posisi terdepan. Kami berhasil memanajemen ban dengan baik. Hubungan saya dengan tim sangat baik, dan ketika mobilnya kencang, semuanya terasa menyatu," kata Verstappen.

Mercedes-AMG Petronas F1 Team: Balik ke Podium, Tapi Kurang "Ngegas" Buat Menang

Mercedes-AMG Petronas F1 Team (sumber: Scuderia Fans)

George Russell, meskipun lagi nggak enak badan, sukses finis P2. Kimi Antonelli juga solid di P4. Mercedes berhasil ngumpulin banyak poin penting dan kembali ke posisi kedua di klasemen konstruktor.

Mercedes nunjukkin kalau mereka masih jadi kekuatan besar. George Russell tampil heroik. Walau sempat sakit beberapa hari, di lintasan dia malah tampil gahar. Dengan strategi overcut (pit stop lebih telat dari rival), ia berhasil menyalip beberapa mobil dan mengamankan podium kedua.

Di sisi lain, pembalap muda Kimi Antonelli juga nggak mau kalah. Dia berhasil menyalip Liam Lawson di trek dan finis di posisi keempat, hasil terbaiknya sejak GP Kanada. Meskipun belum bisa podium, performa solidnya membantu Mercedes menggeser Ferrari.

"Ini adalah akhir pekan yang kuat bagi kami. Senang bisa kembali ke podium di P2, dan Kimi membawa pulang poin solid di P4. Selamat juga untuk Carlos Sainz dan Williams atas podium P3 mereka. Itu benar-benar diraih berdasarkan prestasi," kata Toto Wolff, tim prinsipal Silver Arrows.

Atlassian Williams Racing: Carlos Sainz Pesta Podium Sejak 2021!

Atlassian Williams Racing (sumber: Total Motorsport)

Carlos Sainz berhasil pecah telur dan meraih podium pertamanya bersama Williams (finis di P3), yang juga jadi podium pertama tim sejak 2021. Sayangnya, Alex Albon lagi apes.

Ini dia cerita underdog paling keren akhir pekan ini. Carlos Sainz tampil tanpa cela. Start dari posisi kedua, dia sempat menekan Verstappen di awal sebelum akhirnya fokus mempertahankan posisinya. Meskipun sempat dilewati Russell karena strategi pit stop, dia dengan cerdas menjaga jarak dari kejaran Antonelli dan mengamankan podium yang sangat emosional.

Sayangnya, nasib berbeda dialami Alex Albon. Ia terlibat senggolan dengan Franco Colapinto saat mencoba menyalip secara oportunistis, yang membuatnya diganjar penalti 10 detik dan kehilangan kesempatan meraih poin. Tapi, senyum di garasi Williams tetap merekah lebar berkat Sainz.

"Finis P3 hari ini dan berada di podium adalah perasaan yang luar biasa! Saya rasa ini adalah salah satu balapan terbaik saya! Kami telah bekerja sangat keras, melewati pasang surut yang besar, tapi ini membuat semuanya sepadan," kata Sainz penuh bahagia.

Visa Cash App Racing Bulls (VCARB): Sister Team Red Bull Unjuk Gigi, The Midfield Kings!

Liam Lawson finis P5 dan Isack Hadjar P10 (sumber: Getty Images/Rudy Carezzevoli)

Balapan yang super solid dari Racing Bulls, sister team Red Bull Racing. Liam Lawson finis P5, Isack Hadjar P10. Bawa pulang poin ganda dan sukses melompati Aston Martin di klasemen.

Liam Lawson adalah bintangnya. Start dari P3, ia harus berjuang keras menahan gempuran mobil-mobil yang lebih kencang seperti Mercedes, Ferrari, dan McLaren. Selama berpuluh-puluh lap, ia bertahan dengan gigih dan akhirnya finis di P5, hasil terbaik dalam kariernya. Masterclass defense!

Isack Hadjar juga melengkapi hari baik tim. Meskipun sempat ada masalah hidrolik sebelum balapan dan membuat kesalahan kecil di awal, ia berhasil bangkit dan finis di P10, mengamankan satu poin berharga.

"Saya sangat senang untuk Liam (Lawson), hasil terbaik dalam kariernya dengan finis ke-5. Dia melakukan 20 lap yang sempurna di akhir balapan untuk menahan mobil-mobil di belakangnya," kata Alan Permane, tim prinsipal VCARB.

McLaren F1 Team: Norris Kejebak, Piastri Nabrak!

McLaren F1 Team (sumber: Getty Images/Rudy Carezzevoli)

Akhir pekan yang pengin cepat-cepat dilupain sama McLaren. Oscar Piastri nabrak dan DNF, Lando Norris kejebak di "kereta DRS" dan cuma bisa finis P7.

Dari buruk menjadi lebih buruk buat Oscar Piastri. Ia kena penalti 5 detik karena jump start, dan tak lama kemudian mengalami lock-up lalu menabrak pembatas.

Lando Norris juga frustrasi. Dia punya kecepatan yang lumayan, tapi terjebak di belakang mobil lain dalam "kereta DRS" situasi di mana semua mobil bisa membuka sayap belakang, tapi nggak ada yang bisa menyalip. Pit stop yang agak lambat juga nggak membantu. Akhirnya, ia harus puas finis di P7, hasil yang jauh dari harapan.

"Balapan yang sulit dan akhir pekan yang sulit secara keseluruhan. Hari ini kecepatannya oke, tapi tidak cukup untuk menyalip. Frustrasi dan bukan seperti yang saya inginkan," kata Norris.

Scuderia Ferrari HP: "Duh, Gini-gini Aja, Deh!"

Scuderia Ferrari HP (sumber: Getty Images/Clive Rose)

Ferrari tampil di bawah ekspektasi. Lewis Hamilton finis P8, Charles Leclerc P9. Kecepatan mobil sebenarnya ada, tapi eksekusi di kualifikasi berantakan.

Masalah utama Ferrari akhir pekan ini adalah hasil kualifikasi yang buruk. Start dari tengah, mereka kesulitan untuk maju. Charles Leclerc bahkan sempat mengalami masalah kecil pada Power Unit-nya yang menghambat lajunya.

Lewis Hamilton punya kecepatan yang lebih baik di akhir balapan dan sempat diizinkan menyalip Leclerc untuk mengejar Norris, tapi gagal. Di lap terakhir, ia mencoba mengembalikan posisi ke Leclerc, tapi timing-nya sedikit salah. Hasil P8 dan P9 jelas bukan target tim sekelas Ferrari.

"Kami tidak bisa puas dengan posisi kedelapan dan kesembilan. Penyesalan utama adalah untuk hari kemarin (kualifikasi), karena kami punya kecepatan untuk melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik," ujar Fred Vasseur, tim prinsipal Ferrari.

Stake F1 Team Kick Sauber: Nyaris Dapet Poin, Tapi Belum Rezeki

Stake F1 Team Kick Sauber (sumber: Getty Images/Joe Portlock)

Salah satu rookie musim ini, Gabriel Bortoleto, berjuang keras dan finis P11, tipis banget di luar zona poin. Nico Hulkenberg balapannya sudah ambyar sejak start karena kena senggol.

Gabriel Bortoleto jadi harapan utama tim. Ia tampil solid dan sempat masuk 10 besar berkat strategi stint pertama yang panjang. Sayangnya, setelah pit stop, dia nggak bisa kembali ke zona poin. Tapi P11 adalah hasil maksimal yang bisa mereka raih.

Sementara itu, Nico Hulkenberg balapannya sudah berantakan sejak tikungan pertama setelah bersenggolan dengan Ocon. Meskipun mobilnya rusak, ia tetap lanjut, tapi sudah nggak bisa berbuat banyak.

"Saya rasa kami telah memberikan semua yang kami miliki hari ini, dengan P11 menjadi hasil maksimal yang bisa kami capai. Terkadang Anda bisa bertarung, terkadang tidak, itulah balapan," ujar Bortoleto.

MoneyGram Haas F1 Team: "Kusut" Sejak Kualifikasi Hingga Balapan

MoneyGram Haas F1 Team (sumber: Motorsport Week)

Akhir pekan yang super nelangsa bagi tim asuhan Ayao Komatsu. Kualifikasi ambyar, start dari belakang. Esteban Ocon kena tusuk ban di start, Oliver Bearman kejebak macet.

Hari Sabtu Haas sudah runyam (satu mobil crash, satu didiskualifikasi), dan hari Minggu nggak lebih baik. Esteban Ocon terlibat insiden di start dan bannya bocor. Ia melakukan strategi super agresif dengan memakai satu set ban keras selama 50 lap, sebuah pencapaian heroik, tapi nggak cukup untuk meraih poin.

Oliver Bearman punya kecepatan yang bagus, tapi seperti Norris, dia terjebak di kereta DRS dan nggak bisa ke mana-mana. Finis P12 jelas bukan yang mereka inginkan.

"Sayangnya, kereta DRS menentukan balapan (Oliver) Bearman karena kami terjebak di belakang mobil yang lebih lambat. Anda bisa membuat satu kesalahan dan itu menentukan segalanya, itulah sifat permainan di Formula 1," ujar Ayao Komatsu, tim prinsipal Haas.

Aston Martin Aramco F1 Team: Kena Penalti, Pace Seadanya

Aston Martin Aramco F1 Team (sumber: Getty Images/Mark Thompson)

Fernando Alonso kena penalti false start. Kecepatan mobil lambat, pulang tanpa poin, dan turun peringkat di klasemen.

Ini jadi akhir pekan yang pengin cepat-cepat dikubur oleh Aston Martin. Fernando Alonso kena penalti 5 detik karena bereaksi terhadap pergerakan mobil Piastri di start. Meskipun penalti itu nggak terlalu berpengaruh, mobil mereka memang kurang kompetitif di Baku.

Lance Stroll mencoba strategi stint panjang dengan ban medium, berharap ada Safety Car yang tak kunjung datang. Akhirnya, keduanya finis jauh di luar zona poin.

"Ini balapan yang sulit tanpa banyak kejadian, dan kami benar-benar tidak punya kecepatan. Semoga mobil kami lebih cocok untuk Singapura dan kami bisa bertarung untuk poin lagi," ujar Alonso.

BWT Alpine F1 Team: Paling Buncit, Paling Ngenes

BWT Alpine F1 Team (sumber: Getty Images/Joe Portlock)

Alpine jadi tim paling lambat di Baku. Finis di dua posisi terbawah, Pierre Gasly P18, Franco Colapinto P19.

Nggak ada hal positif yang bisa diambil Alpine dari Baku. Sejak awal, kecepatan mereka sudah tidak kompetitif. Franco Colapinto makin apes setelah disenggol oleh Albon, yang membuatnya melintir dan kehilangan banyak waktu. Pierre Gasly juga nggak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan performa mobilnya.

Baca juga: Tersingkir di Putaran Pertama, Oscar Piastri Ketahuan 'Stream Snipe' di Pinggir Trek: Gabut, Bro?

Mereka tahu sirkuit ini akan sulit, tapi finis di dua posisi terakhir adalah hasil yang sangat mengecewakan. PR besar menanti tim ini sebelum balapan berikutnya.

"Kami benar-benar kekurangan kecepatan di sini sepanjang akhir pekan. Saya tidak merasa nyaman di dalam mobil saat ini seperti di awal musim, jadi itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki," ujar Gasly.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: F1.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU