INDOZONE.ID - Qatar dikabarkan mendesak UEFA untuk menggelar pemungutan suara darurat pada Selasa (23/9/2025).
Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas kemungkinan diskualifikasi Timnas Israel dari semua kompetisi sepak bola di Eropa, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.
Media Israel, Israel Hayom dan Channel 12, melaporkan, desakan ini muncul setelah serangan Israel ke Doha, Qatar.
Sebagai salah satu pendukung finansial terbesar UEFA, Qatar ingin pemungutan suara itu segera dilakukan.
Baca juga: Pidato Presiden Prabowo di PBB: Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka
Posisi Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Jika wacana tersebut benar-benar dijalankan, Israel berpotensi kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia 2026. Saat ini, mereka menempati posisi ketiga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.
Seperti diketahui, Israel ikut serta dalam kualifikasi UEFA karena federasi sepak bolanya tergabung dengan Eropa, bukan Asia.
Rencana Qatar ini bisa menjadi pukulan telak bagi perjalanan sepak bola Israel di level internasional.
Baca juga: Presiden Prabowo Telepon Emir Qatar Usai Israel Serang Doha
Respons Israel dan Sikap UEFA
Tekanan politik yang datang disebut terkait operasi militer Israel di Doha awal bulan lalu, yang menargetkan pemimpin Hamas.
Namun, operasi tersebut gagal dan membuat proses negosiasi gencatan senjata yang dimediasi Qatar terhenti.
Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Israel membantah adanya pemungutan suara dalam waktu dekat.
Baca juga: Timnas Spanyol Ancam akan Mundur dari Piala Dunia 2026 Jika Israel Lolos Kualifikasi
Berdasarkan situs resmi UEFA, pertemuan berikutnya baru dijadwalkan pada 3 Desember. Meski begitu, laporan menyebut Qatar terus mendorong agar sesi darurat bisa digelar lebih cepat.
Asosiasi Sepak Bola Israel juga disebut tengah berupaya keras menggalang dukungan, baik di lingkaran olahraga maupun diplomatik.
“Kami bekerja di semua lini,” kata seorang sumber senior kepada media Israel.
Kekuatan Finansial Qatar
Qatar memiliki posisi tawar yang kuat di UEFA melalui perjanjian sponsor enam tahun dengan Qatar Airways yang ditandatangani tahun lalu, senilai £436 juta.
Dukungan finansial ini membuat Qatar semakin berpengaruh dalam pengambilan keputusan di Eropa.
Di sisi lain, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan gencatan senjata permanen, serta akses kemanusiaan melalui PBB dan UNRWA.
“Saya ingin berbicara kepada rakyat Israel, masa depan kita bergantung pada perdamaian. Cukup dengan kekerasan dan perang. Generasi kita berhak hidup dalam kebebasan dan keamanan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Israel Hayom, Channel 12