Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 13:33 WIB

Wayne Rooney: Para Pemain Tidak Layak Gunakan Jersey Manchester United

Author

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, tertunduk lesu. (REUTERS/David Klein)

INDOZONE.ID - Wayne Rooney menilai Manchester United (MU) kehilangan jati diri. Legenda Setan Merah itu juga meragukan kemampuan Ruben Amorim untuk mengangkat performa tim.

Dalam acara The Wayne Rooney Show, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Manchester United tersebut mengaku sering datang ke Old Trafford dengan perasaan pesimistis.

Ia bahkan kerap merasa, bahwa Man United akan kalah setiap kali bertanding.

Baca juga: Manchester United Dikabarkan Akan Rekrut Gareth Southgate untuk Geser Posisi Ruben Amorim

Kekalahan dari Brentford Jadi Bukti Keterpurukan

Hasil buruk kembali dialami Manchester United saat kalah 1-3 dari Brentford pada Sabtu 27 September 2025. Kekalahan ini semakin menegaskan keterpurukan klub.

Di bawah kepemimpinan Amorim, United hanya mampu meraih 34 poin dari 33 pertandingan Premier League alias Liga Inggris. Lebih buruk lagi, mereka sama sekali belum bisa mencatatkan dua kemenangan beruntun.

Saat ini, United terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara. Meski kondisi tim mengkhawatirkan, manajemen klub dikabarkan masih memberikan dukungan kepada Amorim.

Baca juga: Manchester United Keok atas Brentford, Ini Alibi Ruben Amorim!

Wayne Rooney: Pemain Tidak Pantas Pakai Seragam United

Rooney menegaskan, bahwa masalah United tidak hanya soal hasil di lapangan.

Menurutnya, ada pemain yang bahkan tidak layak mengenakan seragam Manchester United. Ia menilai klub membutuhkan perubahan besar agar bisa kembali bersaing.

“Saya tidak melihat hal apa pun yang bisa memberi saya keyakinan. Menurut saya, perubahan besar sangat diperlukan,” kata Rooney yang pernah meraih lima gelar Premier League bersama United.

Baca juga: Wayne Rooney: Manchester United Semakin Memburuk di Bawah Ruben Amorim

Bukan Manchester United yang Dulu

Rooney menambahkan bahwa perubahan tidak hanya perlu dilakukan pada skuad, tetapi juga pada manajemen dan struktur klub.

“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ruben Amorim seumuran dengan saya. Dia masih muda dan punya masa depan cerah sebagai manajer," tegasnya.

"Tapi apa yang saya lihat di Manchester United saat ini, itu bukan Manchester United yang saya kenal,” lanjutnya.

Baca juga: Wayne Rooney Ungkap Rahasia Kesuksesan Manchester United, Suka Main Game PlayStation Bareng

Rooney mengakui dirinya berharap Amorim mampu membalikkan situasi. Akan tetapi, setelah melihat performa tim sejauh ini, ia mengaku tidak memiliki keyakinan penuh.

“Saya tidak melihat pemain berjuang, tidak ada karakter, dan tidak ada keinginan untuk menang. Saya pergi menonton pertandingan dengan perasaan ‘ya, ini lagi’, mengharapkan kekalahan atau paling banyak satu poin," ungkapnya.

Kritik Wayne Rooney terhadap INEOS dan Sir Jim Ratcliffe

Selain mengkritik pemain dan pelatih, Rooney juga menyoroti kondisi internal klub. Ia menilai kebijakan Sir Jim Ratcliffe dan INEOS, justru semakin merusak identitas Manchester United.

Menurutnya, masalah United bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga bagaimana klub dikelola. Ia menilai banyak hal yang harus dibenahi, termasuk hubungan dengan staf lama yang telah lama mengabdi.

Baca juga: Staf INEOS yang Diselidiki Menggunakan Doping Ternyata Pernah Bekerja di Manchester United

Rooney menyesalkan banyaknya staf penting yang sudah bekerja selama 20 hingga 30 tahun harus kehilangan pekerjaan.

Hal ini membuat identitas klub semakin pudar. Ia menegaskan bahwa Manchester United membutuhkan mesin baru dan napas baru untuk bisa bangkit kembali.

Perombakan di Era INEOS

Sir Jim Ratcliffe saat didepan Old Trafford (REUTERS/Phil Noble)

Sejak mengakuisisi 27,7 persen saham Manchester United pada Februari 2024 dengan nilai sekitar £1,25 miliar, INEOS telah melakukan banyak perubahan.

Salah satunya adalah memangkas jumlah karyawan dari 1.100 menjadi 700 hanya dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Manchester United Akan Pecat Staf yang Sering Membocorkan Informasi Ruang Ganti Klub

Kebijakan ini memicu kontroversi karena dianggap memutus ikatan antara klub dengan orang-orang yang sudah lama menjadi bagian dari Manchester United.

Meski keluarga Glazer masih memegang mayoritas saham sejak 2005, kendali operasional sepakbola kini sepenuhnya berada di tangan INEOS. Kondisi inilah yang membuat banyak pihak, termasuk Rooney, meragukan arah masa depan Manchester United.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Wayne Rooney Show

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU