Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 08:20 WIB

Sukses Bersama Crystal Palace, Oliver Glasner Beberkan Filosofi Kepelatihannya

Author

Oliver Glasner saat membawa Crystal Palace juara Piala FA musim lalu (REUTERS/David Klein)

INDOZONE.ID - Performa Crystal Palace saat ini memang tengah menjadi sorotan pecinta Liga Inggris karena performa apiknya di Premier League musim 2025/26.

Bagaimana tidak, Crystal Palace kini menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Premier League musim ini usai mereka mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 pada akhir pekan lalu.

Dari hasil tersebut, tentunya juga menambah rekor unbeaten mereka, yang mana The Eagles belum terkalahkan di 18 pertandingan terakhir sejak 11 Mei 2025 lalu.

Baca juga: Protes PSSI soal Wasit ke AFC Belum Dapat Respons, Timnas Indonesia Cuma Punya Pilihan Berjuang!

Tentu saja, bersinarnya Crystal Palace pada musim ini tidak terlepas dari tangan dingin Oliver Glasner. Diketahui, pelatih Austria itu resmi ditunjuk Palace pada musim panas 2024 lalu. Kehadiran pelatih berusia 52 tahun itu tentunya membawa perkembangan yang signifikan bagi klub yang bermarkas di Selhurst Park itu.

Hal itu bisa terlihat saat Glasner berhasil membawa Marc Guehi dan kolega menjuarai FA Cup usai mengalahkan Manchester City di final dengan skor 1-0 dan juga berhasil membawa klub asal London Selatan itu menjuarai Community Shields pada Agustus lalu usai mengalahkan Liverpool melalui babak adu penalti dengan skor 3-2.

Namun, masih banyak yang penasaran bagaimana filosofi permainan yang diusung oleh Oliver Glasner di Crystal Palace. Namun, baru-baru ini mantan pelatih Eintracht Frankfurt itu membeberkan filosofi permainannya dalam wawancara eksklusifnya bersama Stadium Astro beberapa waktu lalu.

Baca juga: 9 Pemain Timnas Indonesia Berangkat ke Arab Saudi dari Bandara Soekarno-Hatta

Glasner Tak Terlalu Pikirkan Soal Sistem, Melainkan Menekankan Kepada Kebiasaan

Oliver Glasner sebelum pertandingan (REUTERS/Peter Cziborra)

Oliver Glasner bisa dibilang merupakan satu-satunya pelatih yang berhasil memainkan formasi 3 bek di Premier League, yang dimana pelatih berusia 52 tahun itu sering menerapkan formasi 3-4-2-1.

Dalam wawancaranya di Astro Stadium, Glasner ditanya soal filosofi permainannya yang ia terapkan di Crystal Palace. 

Menurut Glasner sistem permainan tidak terlalu penting. Menurutnya, bermain sesuai dengan kebiasaan itu lebih penting. 

"Saya pikir ini terlalu banyak berbicara soal sistem. Jadi, menurut saya sistem itu tidak terlalu penting,  tapi kebiasaan itu lebih penting,  kebiasaan bagaimana anda ingin pemain anda bermain di pijak itu lebih penting," ujar Oliver Glasner dalam wawancaranya yang dikutip dari YouTube Astro Stadium pada Kamis (2/10/2025). 

Baca juga: Dapat Sindiran Pedas dari Karl-Heinz Rummenige, Newcastle United Buktikan Nick Woltemade Pembelian yang Tepat

Glasner juga mengatakan bahwa dalam karier kepelatihannya, ia diperkenalkan dengan formas 4-4-2. Namun, ia juga dapat mentransformasi tersebut menjadi 4-3-3,  3-5-2, 4-2-3-1 dan 3-4-3.

"Saya memainkan sistem dalam karier kepelatihan saya. Saya awalnya diperkenalkan dengan formasi 4-4-2. Namun, saya memainkan sistem 3-5-2, 4-3-3, 4-2-3-1 dan 3-5-2. Tapi, saya selalu melihat apa yang terbaik dengan pemain yang kita punya. Jadi saya lebih suka 4-4-2, itu sistem favorit saya,"  tutur mantan pelatih Eintracht Frankfurt itu menjelaskan sistem permainannya. 

"Tapi apakah kita punya pemain yang tepat untuk sistem ini? Tapi apa yang kita lakukan ketika mereka memiliki bola? Apa yang kita lakukan? Jadi apa yang kita lakukan ketika kita berada di posisi? di posisi mana kita ingin bermain?  Bagaimana kita ingin bergerak? Apa yang ingin kita lakukan dalam transisi, ini sangat penting," ujar Glasner melanjutkan. 

Glasner juga mengatakan bahwa dirinya selalu menerapkan sistem permainan yang terbaik setiap ia melatih sebuah tim, termasuk di Crystal Palace. 

Baca juga: Timnas Indonesia Dapat Target Lolos ke Piala Dunia 2026: Siap Berjuang!

"Jadi kita lebih banyak berbicara sistem terbaik atau kita hanya berbicara soal kebiasaan kita daripada soal sistem daripada soal sistem, karena sistem itu juga bisa menekan tombol stop di video dan bertanya pada sistem yang kita mainkan. Kita akan bilang akan mainkan sistem 4-4-2, lalu kita akan mainkan 5-4-1, kemudian kita akan mainkan 3-5-2,"  ujar pelatih kelahiran Scharding, Austria itu memaparkan. 

Oliver Glasner juga menjelaskan saat fase menyerang. Ia selalu ingin menyerang dengan menggunakan 5 pemain sekaligus, ia mengatakan bahwa itu kebiasaan yang berbeda. 

Apalagi, setiap pelatih menginginkan harus ada dua pemain yang berada di dekat kotak penalti ataupun di belakang kotak. 

Baca juga: Doa Terbaik Pratama Arhan untuk Timnas Indonesia di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

"Dalam hal serangan, kita selalu ingin serang dengan menggunakan 5 pemain, dan itu merupakan kebiasaan yang berbeda. Kita selalu memiliki keduanya yang berada di dekat kotak penalti atau di belakang kotak. Terkadang mereka di belakang bola, dari gelandang tengah, datang menuju kotak penalti," ujar Glasner soal taktiknya saat fase menyerang. 

Glasner juga mengatakan bahwa setiap pemain harus memiliki tugas yang jelas. Mantan pelatih LASK itu juga akui tidak pernah memikirkan soal sistem yang ia terapkan. Sebab, sistem permainan itu bersifat fluid. 

"Jadi kita selalu memiliki tugas yang jelas yang harus dilakukan di atas. Begitu juga dengan defense. Jadi bagi saya diskusi ini adalah... saya tidak pernah memikirkannya karena sistem ini fluid. Penting untuk pemain tahu apa yang kita ingin lakukan dan ini memutuskan kita berhasil atau tidak,"  ujar Oliver Glasner menutup wawancaranya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Astro Stadium

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU