Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 10:10 WIB

Cerita Tijjani Reijnders Pilih Tinggalkan AC Milan Demi Manchester City: Kesempatan Emas Tak Datang Dua Kali!

Author

Gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, saat pemanasan. (REUTERS/Chris Radburn)

INDOZONE.ID - Tijjani Reijnders baru-baru ini secara blak-blakan menceritakan alasan dibalik keputusannya untuk menerima pinangan Manchester City pada jendela transfer musim panas lalu.

Kakak dari Eliano Reijnders itu mengatakan, keputusan untuk bergabung dengan Manchester City merupakan langkah maju dalam karier sepak bolanya.

Menurutnya, AC Milan adalah batu loncatan untuk bisa mengembangkan karier sepak bolanya di level tertinggi.

Akan tetapi, Reijnders mengaku, klub bejuluk Rossoneri itu tetap selalu di hati, meskipun sudah mewujudkan impiannya untuk berkarier di Premier League.

Diketahui, Tijjani Reijnders memutuskan untuk bergabung dengan Manchester City dengan dana sebesar 70 juta Euro (Rp1,3 triliun) pada jendela transfer musim panas lalu.

Saat itu, pemain berdarah Ambon ini resmi perkuat The Citizens dua minggu sebelum Piala Dunia Antarklub 2025 dimulai.

Sejak bergabung dengan Manchester City, Tijjani telah menjadi bagian penting bagi lini tengah tim asuhan Pep Guardiola. Yang mana, ia telah menyumbangkan satu gol dan 3 assist dalam 12 penampilan di semua kompetisi musim ini.

Baca juga: Dapat Sindiran Pedas dari Karl-Heinz Rummenige, Newcastle United Buktikan Nick Woltemade Pembelian yang Tepat

Meninggalkan AC Milan Keputusan Tersulit Bagi Tijjani Reijnders

Tijjani Reijnders resmi menjadi pemain anyar AC Milan di bursa transfer musim panas 2023. (Twitter/@acmilan)

Meskipun Tijjani Reijnders saat ini sudah menjadi andalan di lini tengah Manchester City, tetapi pemain berusia 27 tahun itu akui bahwa, meninggalkan AC Milan merupakan salah satu keputusan tersulit baginya.

Apalagi, pemain Timnas Belanda itu juga memiliki hubungan emosional yang erat dengan seluruh orang yang ada di AC Milan. Baik penggemar, mantan rekan setim, pelatih hingga staff klub.

Hal tersebut, Tijjani akui dalam wawancaranya dengan Milannews.it baru-baru ini. Ia pun mengenang momen-momen perpisahannya dengan AC Milan pada musim panas lalu.

"Jujur, sangat sulit untuk pergi dari Milan karena saya memiliki hubungan emosional dengan semua orang yang ada di sana (AC Milan). Dengan para fans, rekan setim, staf... dan semua itu membuat kepergian saya sulit secara emosional," ujar Tijjani Reijnders dalam wawancaranya yang dikutip dari Milan News pada Kamis (2/10/2025).

Baca juga: Timnas Indonesia Dapat Target Lolos ke Piala Dunia 2026: Siap Berjuang!

Gabung Manchester City Sebuah Peluang yang Bagus

Meskipun Tijjani Reijnders merasa sulit untuk meninggalkan AC Milan, namun ia juga tidak bisa mengabaikan tawaran besar dari Manchester City.

Ia juga melihat dari perspektif olahraga dan pandangan profesionalnya bahwa, bergabung dengan Manchester City merupakan keputusan yang tepat dan terbaik bagi karier sepak bolanya.

Apalagi, klub berjuluk The Sky Blues itu juga unggul dalam segala aspek ketimbang mantan klubnya, AC Milan.

"Manchester City kemudian datang, dan dari perspektif oleharaga, bergabung dengan mereka merupakan keputusan terbaik bagi saya," ujarnya.

Reijnders juga melihat perbandingan kedua klubnya baik dari Man City dan juga AC Milan selama beberapa tahun terakhir.

Ia melihat, bergabung dengan klub asal Manchester itu merupakan langkah maju bagi kariernya sebagai seorang pesepakbola.

"Jika kita melihat beberapa tahun terakhir dari kedua klub, saya rasa ini merupakan langkah maju dari segala perspektif," ucap pemain yang dijuluki El Dinda itu menambahkan.

Baca juga: Fabio Quartararo dan Alex Rins Disambut Meriah Ratusan Siswa di Mataram, Ini Katanya soal Indonesia

Efek Pep Guardiola dan Kesempatan Emas yang tak Datang Dua Kali

Pep Guardiola harus terima hasil imbang setelah Arsenal berhasil menjebol gawang di menit akhir. (Foto: Instagram/pepteam)

Tijjani Reijnders kemudian menjelaskan alasan secara rinci, mengapa ia menganggap bahwa Manchester City merupakan langkah maju dalam karier sepak bolanya.

Ia menjelaskan, dominasi City dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama Reijnders menerima pinanangan klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu.

Selain dari segi prestasi, Reijnders juga menganggap kehadiran Pep Guardiola sebagai pelatih Manchester City juga menjadi daya tarik baginya.

Begitu juga dengan pemain bintang lainnya yang tertarik gabung The Citizens, karena bisa diasuh oleh pelatih terbaik dunia yakni Pep Guardiola.

"Kita bisa lihat jumlah trofi yang mereka (City) menangkan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, di sini juga ada pelatih hebat dan kamu hanya perlu melihat para pemain yang ada di klub ini," tuturnya lagi.

Reijnders menyimpulkan, keputusannya untuk meninggalkan AC Milan dan bergabung dengan Manchester City murni karena untuk pengembangan level karier. Ia menyadari, kesempatan emas tidak datang dua kali.

Oleh karena itu, pemain bermarga Lekatompessy ini tanpa berpikir panjang langsung terima pinangan Manchester City meskipun hatinya masih untuk AC Milan.

"Saya punya banyak perasaan untuk Milan, tetapi kereta emas tak datang dua kali," kata Tijjani Reijnders menutup wawancara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Milannews.it

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU