INDOZONE.ID - Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 membuat posisi Patrick Kluivert sebagai pelatih berada di ujung tanduk.
Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih oleh PSSI pada Januari 2025 lalu. Ia diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun, Skuad Garuda hancur lebur di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Jay Idzes dkk kalah 2-3 dari Arab Saudi dan takluk 0-1 oleh Irak yang membuat mimpi lolos ke Piala Dunia 2026 pupus.
Dari dua hasil negatif tersebut, PSSI akan mengadakan rapat dengan para Exco untuk membahas masa depan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia.
Di tengah spekulasi soal masa depan Patrick Kluivert, terdapat rumor yang mengatakan Shin Tae-yong (STY) akan kembali menukangi Timnas Indonesia.
Namun, saat ditanya oleh media Korea Selatan, KBS World, soal kemungkinan kembali melatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menegaskan kabar tersebut tidaklah benar. Mantan pelatih Ulsan HD itu mengaku belum ada niatan kembali menukangi Skuad Garuda.
"Saya ingin menegaskan bahwa rumor baru-baru ini tentang penunjukan kembali ke Indonesia sepenuhnya salah," ujar Shin Tae-yong, dikutip dari media Korea, KBS, Selasa (14/10/2025).
Nama Shin Tae-yong melekat di hati para penggemar Timnas Indonesia. Bagaimana tidak, pelatih asal Korea Selatan itu sudah mengangkat derajat sepak bola Indonesia di mata dunia.
Di tangan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mencatatkan sejarah di sepak bola Internasional, mulai dari lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023, membawa Timnas Indonesia U-23 mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024, hingga mengantarkan Skuad Garuda lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, sekaligus lolos otomatis ke Piala Asia 2027.
Menilik segala kemajuan Timnas Indonesia di bawah STY, tak aneh banyak pencinta sepak bola Tanah Air yang ingin nostalgia dengan juru taktik asal Kosel tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KBS