INDOZONE.ID - Alex Pastoor mengaku tidak terkejut ketika masa baktinya bersama Timnas Indonesia harus berakhir lebih cepat, setelah Skuad Garuda gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Perjalanan Timnas Indonesia terhenti di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah menelan kekalahan dari dua tim kuat, Arab Saudi dan Irak.
Hasil ini membuat PSSI mengambil langkah evaluasi besar terhadap tim pelatih yang dipimpin Patrick Kluivert.
Baca juga: Media Belanda: Patrick Kluivert Tetap Berkarier di Sepak Bola Usai Didepak dari Timnas Indonesia
PSSI Akhiri Kerja Sama Lebih Awal dengan Patrick Kluivert dan Staf Pelatih Asal Belanda
Sebagai tindak lanjut dari evaluasi tersebut, PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Patrick Kluivert beserta jajaran staf asal Belanda, termasuk Alex Pastoor dan Danny Landzaat.
Padahal, kontrak mereka sejatinya masih berlaku hingga tahun 2027. Akan tetapi, PSSI yang dipimpin Erick Thohir, memilih untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat setelah hasil di kualifikasi belum memenuhi ekspektasi.
Alex Pastoor: Pergantian Pelatih Hal Lumrah
Meski didepak sebelum kontraknya berakhir, Alex Pastoor menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hal yang mengejutkan baginya.
Menurut pelatih berusia 58 tahun itu, perubahan dalam staf kepelatihan adalah bagian wajar dari sepak bola profesional.
“Saya sudah cukup lama berkecimpung di sepak bola untuk tahu, bahwa hal seperti ini bisa terjadi kapan saja,” ujar Pastoor, dikutip dari Voetbal International, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Alex Pastoor Masuk Daftar Calon Pelatih Baru Ajax Amsterdam Sebagai Pengganti Francesco Farioli
Pastoor juga menyoroti proyek ambisius yang dijalankan PSSI bersama Patrick Kluivert.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan level permainan Timnas Indonesia agar bisa bersaing di kancah internasional, termasuk menembus Piala Dunia.
“Dari yang saya pahami, proyek ini terdiri dari tiga tahap. Targetnya tentu luar biasa jika bisa lolos ke Piala Dunia, tetapi dengan posisi kami di peringkat 119 dunia, itu bukan hal yang mudah atau realistis,” tuturnya.
Proyek Jangka Panjang PSSI Berakhir Lebih Cepat
Sayangnya, kerja sama antara PSSI dan tim pelatih asal Belanda itu tidak berlangsung lama.
Setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, muncul berbagai tekanan dan sentimen negatif yang membuat proyek tersebut terhenti sebelum mencapai tujuan awalnya.
“Saya pikir PSSI berencana membangun proyek jangka panjang, bukan hanya untuk lolos ke Piala Dunia. Namun beberapa hari setelah kami kembali dari Jeddah, mereka memutuskan bahwa inilah akhir dari kerja sama kami,” kata Pastoor.
PSSI secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert dan seluruh staf pelatih asal Belanda di semua level usia Timnas Indonesia.
Keputusan ini menandai berakhirnya era kepemimpinan pelatih Belanda yang sempat diharapkan bisa membawa perubahan besar bagi sepak bola Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Voetbal International