Sabtu, 25 OKTOBER 2025 • 13:25 WIB

Invasi Rookie di FP1 GP Meksiko: 9 Pembalap "Intern" Unjuk Gigi, Kenapa Kick Sauber Tetap Pakai Driver Utama?

Author

INDOZONE.ID - Sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Meksiko akhir pekan ini beda banget dari biasanya. 

Bukan cuma soal para big boss kayak Max Verstappen atau Lewis Hamilton yang cari setelan mobil, tapi ini bakal jadi panggung invasi besar-besaran dari para rookie. 

Bayangin aja, 9 dari 10 tim F1 musim ini akan menurunkan pembalap "intern" mereka untuk unjuk gigi di sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez.

Tentu bukan sebuah kebetulan, nyatanya hal tersebut termasuk dalam bagian regulasi wajib bagi tim untuk memberikan jatah dua sesi FP1 per musim untuk pembalap non-reguler di setiap mobil mereka. 

Tujuannya? Jelas, buat ngasih kesempatan para talenta muda merasakan ganasnya mobil F1 dan buat tim-tim scouting bibit unggul untuk masa depan.

Baca juga: Usai Kalah dari Manchester United, Van Dijk Kumpulkan Semua Pemain Liverpool untuk Rapat

Tapi, di tengah parade para rookie ini, ada satu tim yang out of the box. Ya, Kick Sauber. 

Mereka satu-satunya tim yang tetap setia pakai duo pembalap utama mereka, Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto. Kok bisa gitu? 

Siapa Aja yang Tampil?

FP1 GP Meksiko ini auto jadi salah satu sesi latihan paling seru buat ditonton. Hampir seluruh grid bakal diisi oleh wajah-wajah baru yang haus pembuktian. 

Nah, ini dia daftar lengkap 9 pembalap "magang" yang bakal mengambil alih kokpit para seniornya.

1. Pato O'Ward (McLaren) - Gantikan Lando Norris

Pato O'Ward (McLaren).

Sebagai pembalap "warlok" atau warga lokal, Pato tentu akan tampil semaksimal mungkin di depan ribuan pendukungnya. 

Pembalap dengan nama lengkap Patricio O'Ward Junco ini aslinya pembalap IndyCar, balapan paling bergengsi di Amerika Serikat sana, membela tim Arrow McLaren IndyCar Team. 

Baca juga: Liverpool Bantai Eintracht Frankfurt 5-1, Arne Slot Justru Dapat Kritik Pedas karena Komentari Gaya Main Lawan

Tampil rumah sendiri dengan menjajal mobil MCL39 milik Lando Norris tentu menjadi kebangaan tersendiri bagi pembalap 26 tahun itu.

2. Antonio Fuoco (Ferrari) - Gantikan Lewis Hamilton

Antonio Fuoco, Ferrari (f1.com).

Tampil sebagai pembalap Italia sesuai dengan "domisili" tim-nya, Fuoco tentu tidak akan menyia-nyiakan peluang tersebut. 

Pembalap 29 tahun ini telah menjadi andalan keluarga Kuda Jingkrak sejak lama. 

Meski kini bukan pembalap single seater, "CV"-nya Fuoco nggak kalah bagus, lho. 

Ia sempat berlaga di GP3 Series (sekarang Formula 3) musim 2015 dan Formula 2 dua tahun kemudian. 

Menariknya, saat itu ia berbagi garasi dengan pembalap utama Ferrari saat ini, Charles Leclerc. 

3. Arvid Lindblad (Red Bull) - Gantikan Max Verstappen

Arvid Lindblad, Red Bull (Red Bull Content Pool).

Nah, ini dia salah satu permata paling bersinar milik program junior Red Bull. 

Pembalap berusia 18 tahun ini meski tergolong muda (sepantar Kimi Antonelli), talentanya sebagai pembalap F1 sudah tidak diragukan lagi. 

Lindblad sendiri sebelumnya sudah pernah menjajal RB21 di GP Inggris beberapa waktu lalu. 

Mengendarai mobil juara dunia 4 kali beruntun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Lindblad. 

Denger-denger, musim depan ia bakal debut di F1 bareng VCARB (Visa Cash App Racing Bulls), tim "adik"-nya Red Bull. Emang bener, nih?

Baca juga: Joan Laporta Melontarkan Psywar Perang Jelang Laga El Classico: Kami akan Kalahkan Real Madrid!

4. Frederik Vesti (Mercedes) - Gantikan George Russell

Jak Crawford, Aston Martin (Aston Martin F1 Team).

Runner-up Formula 2 musim 2023 ini sudah jadi bagian dari keluarga Mercedes sejak lama. 

Sama seperti Fuoco, Vesti kini terjun ke dunia Endurance bersama tim asal Amerika Serikat, Cadillac Whelen, bersama Earl Bamber dan salah satu alumni Formula 2, Jack Aitken. 

Penampilannya di FP1 GP Meksiko akhir pekan ini akan menjadi yang kedua kalinya setelah pertama kali turun musim 2023 di sirkuit yang sama.

5. Jak Crawford (Aston Martin) - Gantikan Lance Stroll

Datang sebagai pengganti "anak kesayangan papa", Crawford tentu akan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan kepada tim bahwa ia pantas. 

Pembalap Amerika Serikat kelahiran 2005 ini sempat menjadi bagian dari akademi Red Bull hingga musim 2024 akhirnya ia hijrah ke akademi Aston Martin. 

Baca juga: Pundit Belanda Sebut Teknik Bertahan Dean James seperti Bek Amatir

Pengalamannya di balap single seater juga nggak kalah menarik, hingga Cadillac F1 Team (tim ke-11 musim depan) sempat memasukkan namanya ke dalam daftar calon pembalap mereka. 

Namun sayang, Cadillac lebih cinta dengan dua pembalap veteran, Valtteri Bottas dan Sergio Perez.

6. Ayumu Iwasa (VCARB) - Gantikan Liam Lawson

Salah satu kebanggaan Negeri Sakura di dunia F1, nih. Ia debut di FP1 GP Jepang musim 2024 lalu menggantikan sang veteran kala itu, Daniel "Honey Badger" Ricciardo. 

Iwasa dikenal sebagai pembalap dengan gaya balap agresif dan cepat, sehingga membuat VCARB mempercayakannya di FP1 GP Meksiko akhir pekan nanti. 

Baca juga: Dirtek PSSI Alexander Zwiers Ungkap Beberapa Kriteria Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia

Definisi "The Next Yuki Tsunoda" banget nggak, sih?

7. Luke Browning (Williams) - Gantikan Carlos Sainz Jr.

Luke Browning, Williams (F1.com).

Pembalap Formula 2 milik Hitech GP satu ini juga nggak kalah keren. Memulai debutnya di F1 pada FP1 GP Abu Dhabi 2024, Browning hanya mampu finis P20. 

Iya, paling belakang. Eits, tunggu dulu. Meski cuma finis paling belakang, di sesi post-season di sirkuit yang sama ia menjajal FW46 selama 105 lap dan finis P11. 

Keren banget! Musim ini, Browning kembali dipercaya Williams untuk turun di FP1. 

Baca juga: Jelang El Clasico: Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, dan Dani Carvajal Siap Tempur Lawan Barcelona

8. Ryo Hirakawa (Haas) - Gantikan Oliver Bearman

Berbeda dengan pembalap lain, pembalap Endurance andalan Toyota Gazoo Racing (TGR) ini jadi satu-satunya pembalap yang suka gonta-ganti "seragam". 

Kenapa begitu? Musim lalu, ia menjajal MCL38 milik Oscar Piastri di FP1 GP Abu Dhabi. Musim 2025, ia kembali menjajal FP1 GP Jepang namun bersama Alpine dengan A525-nya. 

Sekarang, ia jadi bagian dari MoneyGram Haas, yang notabene punya hubungan kerjasama dengan TGR.

9. Paul Aron (Alpine) - Gantikan Pierre Gasly

Paul Aron, Alpine (Alpine F1).

Pembalap asal Negeri Baltik ini meski usianya tergolong muda tapi pengalamannya luar biasa. 

Sebelum benar-benar terjun bersama Alpine, Aron pernah tampil di Formula E 2024 bersama Envision Racing menggantikan Sebastien Buemi di Berlin ePrix. 

Baca juga: Rangkuman Konferensi Pers Terbaru PSSI: Soal Pelatih Timnas Indonesia hingga Piala Dunia U-17

Aron juga dikenal sebagai pembalap yang mudah beradaptasi. Denger-denger lagi, nih. Aron jadi calon kuat pengganti Franco Colapinto di Alpine musim depan. Beneran nggak, nih?

Kenapa Kick Sauber Beda Sendiri?

Di saat sembilan tim lain sibuk mempersiapkan para rookie-nya, garasi Kick Sauber terlihat adem ayem. 

Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto tetap akan menjalankan tugas mereka seperti biasa. 

Pertanyaannya, kenapa? Apakah mereka sudah memenuhi kewajiban dua sesi FP1 untuk rookie?

Melansir dari berbagai sumber, Kick Sauber tampaknya menjadi satu-satunya tim di grid yang tidak memiliki pembalap cadangan atau pembalap junior yang secara resmi terikat kontrak untuk memenuhi slot ini.

Baca juga: Igor Tudor Kecewa Banyak Peluang Terbuang Saat Juventus Kalah dari Real Madrid

Buktinya? Coba kita flashback sedikit. Di Grand Prix Inggris dan Hungaria beberapa waktu lalu, Kick Sauber harus "meminjam" pembalap dari tim lain untuk mengisi slot FP1 mereka. 

Siapa yang mereka pinjam? Paul Aron, yang notabene adalah pembalap junior dari Alpine.

Fakta bahwa mereka harus "nyewa" pembalap dari tim rival untuk memenuhi regulasi menunjukkan bahwa mereka tidak punya kandidat internal. 

Situasi yang sangat unik ini jarang terjadi di F1 modern, di mana hampir semua tim punya program pengembangan pembalap yang solid.

Kenapa Ini Penting dan Wajib Ditonton?

Jadi, kenapa invasi rookie di FP1 Meksiko dan anomali Kick Sauber ini jadi tontonan wajib?

Pertama, ini akan jadi kesempatan emas buat kita para fans untuk melihat calon-calon bintang F1 di masa depan. 

Baca juga: Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir Tegaskan Target Timnas Indonesia Lolos di Piala Dunia 2034

Siapa yang paling cepat beradaptasi? Siapa yang paling gacor di lintasan? Penampilan mereka di sini bisa sangat menentukan arah karir mereka. 

Kedua, Sirkuit Meksiko punya tantangan unik karena berada di dataran tinggi, membuat udara lebih tipis. 

Ini berpengaruh pada aerodinamika, pendinginan mesin, dan fisik pembalap. Melihat bagaimana para rookie mengatasi tantangan ini bakal sangat menarik. 

Terakhir, situasi Kick Sauber ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang masa depan mereka, terutama saat mereka akan bertransformasi menjadi tim pabrikan Audi pada 2026.

Baca juga: Gak Mau Blunder Lagi, Erick Thohir Enggan Buru-buru Cari Pelatih Baru untuk Timnas Indonesia

 Apakah ini menandakan kelemahan dalam program junior mereka yang perlu segera dibenahi?

Buat kamu yang pengen pantengin para rookie di FP1 GP Meksiko nanti, kamu harus siapin kopi, ya! Sesi disiarkan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 01.30 WIB. Siapa rookie jagoanmu?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU