INDOZONE.ID - Setelah melewati musim debut yang bisa dibilang campur aduk bersama Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton akhirnya memberikan sinyal kuat bahwa ia mulai menemukan chemistry-nya. Pembalap legendaris asal Inggris ini sukses mengamankan posisi start ketiga (P3) untuk Grand Prix Meksiko, sebuah pencapaian yang disambut gembira oleh para Tifosi di seluruh dunia.
Start dari second row di Autodromo Hermanos Rodriguez, Hamilton kini punya satu misi jelas di depan mata: mengakhiri puasa podium yang sudah berlangsung selama 19 balapan.
Dengan performa yang makin solid, pertanyaan besarnya adalah apakah sang juara dunia tujuh kali ini akhirnya benar-benar sudah “nge-klik” dengan mobil Ferrari SF-25?
Baca juga: Debut Emosional di Monza Bersama Kuda Jingkrak, Lewis Hamilton Kenakan Helm Spesial Buat Legenda F1!
Hasil Kualifikasi Terbaik dan Rencana Agresif
Kualifikasi GP Meksiko berjalan super ketat. Hamilton akan memulai balapan 71 lap pada hari Senin dini hari dari baris kedua, tepat di belakang pole-sitter Lando Norris dan rekan setimnya sendiri, Charles Leclerc, yang mengunci posisi kedua.
Bagi Hamilton, hal ini tentu merupakan penantian panjang. Meskipun ia pernah meraih pole position pada Sprint Race di Tiongkok, hasil P3 ini adalah pencapaian tertingginya dalam sesi kualifikasi Grand Prix utama bersama Ferrari, sebuah bukti nyata bahwa progres yang ia cari-cari akhirnya mulai terlihat.
Alih-alih kecewa karena hampir meraih P2, Hamilton justru melihat ada plot twist yang menguntungkan.
“Untuk sesaat saya berada di P2, tapi sisi dalam (grid P2) sebenarnya tidak terlalu bagus, cukup kotor di bagian dalam. Jadi saya cukup bersyukur bisa di posisi ketiga dan saya harap bisa memanfaatkannya,” ucap Hamilton kepada Sky Sports F1.
Lalu muncul pertanyaan lain: mengapa posisi ketiga lebih “worth it”? Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez punya trek lurus start-finis terpanjang di seluruh kalender F1. Hal ini tentu menciptakan efek slipstream (atau towing) yang sangat masif. Melansir dari Crash.net, Hamilton berencana menggunakan “angin” dari dua mobil di depannya untuk melesat maju sebelum tikungan pertama.
“P3 bukanlah posisi yang buruk untuk start di sini karena kamu bisa mendapatkan tow (tarikan angin). Jadi saya akan cukup agresif, saya ingin maju ke depan besok,” tegasnya.
Hamilton: “Akhirnya Mulai Tahu Cara Mengemudikan Mobil Ini”
Performa gemilang Hamilton di kualifikasi GP Meksiko bukan kebetulan. Hasil adaptasi panjang dan konsistensi lah yang membawanya berhasil start dari dua baris terdepan. Setelah belasan tahun terbiasa dengan karakteristik mobil Mercedes, pindah ke Ferrari ibarat belajar bahasa baru. Dan sekarang, ia merasa akhirnya “fasih”.
“Saya akhirnya mulai mencari tahu cara mengemudikan mobil ini,” kata Hamilton dengan lega.
Ia menjelaskan bahwa musim 2025 yang berat merupakan proses belajar, memahami apa yang diinginkan oleh mobil Ferrari, sebuah mobil dengan DNA yang sangat berbeda dari yang ia kendarai sebelumnya.
“Charles (Leclerc) beruntung bisa mengendarai mobil ini selama tujuh tahun terakhir, dalam hal karakteristiknya. Tapi saya akhirnya merasa seperti saya mulai sampai di sana (memahaminya). Jadi ini bagus,” tambahnya.
Hamilton juga menegaskan bahwa mobilnya dan Leclerc kini cukup identik, menandakan bahwa ia telah selesai bereksperimen dan menemukan setelan dasar yang membuatnya nyaman untuk “gaspol”.
Bukan Soal Upgrade, Tapi Kerja Sama Tim yang Makin Solid
Salah satu poin paling menarik dari komentar Hamilton adalah pengakuannya bahwa kecepatan ini bukan datang dari upgrade besar-besaran. Mobilnya tidak tiba-tiba jadi roket. Sebaliknya, ini tentang bagaimana tim bekerja di balik layar.
“Ini adalah pertama kalinya kami berdua (Hamilton dan Leclerc) berada di tiga besar kualifikasi tahun ini, dan tim benar-benar layak mendapatkannya,” puji Hamilton.
“Kami tidak serta-merta memajukan mobil dalam hal pengembangan, tetapi kami telah mengekstrak lebih banyak darinya dan prosesnya menjadi lebih baik.”
Menurutnya, Ferrari telah memperbaiki banyak area yang sebelumnya masih longgar.
Pencapaian P2 dan P3 untuk Ferrari menjadi bukti bahwa tim Maranello akhirnya mulai beroperasi sebagai unit yang kohesif. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan bakat individu pembalapnya, tetapi juga kekuatan proses tim yang solid.
Bagi para Tifosi, hasil tersebut menjadi tanda yang sangat menjanjikan. Dengan Hamilton yang mulai menemukan kepercayaan diri dan tim yang semakin sefrekuensi, GP Meksiko bisa jadi awal dari babak baru bagi sang legenda di tim Kuda Jingkrak. Mampukah ia mengubah start P3 ini menjadi trofi pertamanya bersama Ferrari?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber Berita