INDOZONE.ID - Pembalap kondang dari tim McLaren asal Inggris, Lando Norris, kembali menunjukkan kelasnya di hadapan para penggemarnya. Pembalap yang dikenal dengan nomor 4-nya itu berhasil mengamankan pole position untuk Grand Prix Sao Paulo setelah melalui sesi kualifikasi yang luar biasa dramatis dan penuh tekanan. Namun, di balik selebrasi kemenangannya, Norris mengaku sempat "kena mental" dan hampir merusak segalanya karena kesalahannya sendiri.
Bagi para fans F1, apa yang terjadi di Interlagos menjadi bukti nyata evolusi mental Norris. Di saat perebutan gelar juara dunia semakin memanas, ia berhasil menaklukkan tekanan terbesarnya, yakni dirinya sendiri.
Sesi kualifikasi penutup (Q3) menjadi momen di mana semua pembalap mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Bagi Norris, yang sedang dalam pertarungan sengit memperebutkan gelar juara dunia, lap pertama adalah segalanya. Namun, drama terjadi seketika.
Baca juga: Ajaib! Lando Norris Rebut Pole GP Meksiko dan Guncang Mental Oscar Piastri
Saat memulai flying lap pertamanya, Norris melakukan kesalahan fatal. Ia alami lock-up saat memasuki Tikungan 1. Kesalahan ini membuat catatan waktunya hancur lebur. Alih-alih bertarung di barisan depan, namanya melorot drastis ke posisi 10 alias paling buncit di antara para finalis Q3.
"Saya berada di bawah sedikit tekanan karena saya mengunci ban di lap pertama saya," aku Norris setelah sesi dikutip dari Crash.net.
"Jadi (situasinya) sedikit lebih membuat stres daripada yang saya inginkan."
Bayangkan, di tengah kondisi trek yang slippery dan tidak konsisten, dengan gelar juara dunia di depan mata, ia kini hanya punya satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki segalanya. Tekanan? Jelas.
Di sinilah letak perbedaan Lando Norris versi lama dan versi baru. Dulu, ia dikenal sebagai pembalap yang terkadang goyah di momen-momen krusial Q3. Namun kali ini, ia membuktikan mentalnya sudah keras layaknya baja.
Dengan ketenangan yang luar biasa, Norris kembali ke lintasan untuk percobaan terakhirnya. Ia mengeksekusi sebuah lap yang nyaris sempurna, mengalahkan pembalap rookie sensasional dari tim Mercedes, Kimi Antonelli, untuk merebut pole position.
"Saya tetap tenang dan menyatukan semuanya ketika itu penting, jadi saya sangat senang," ujarnya lega.
"Rasanya sulit di luar sana dengan kondisinya. Licin, tidak konsisten, tetapi menyenangkan."
Kemenangan mental ini krusial, dan Norris sadar betul akan hal itu.
"Saya pikir ketika saya berada dalam ritme yang baik, ketika saya bisa tetap tenang dan bisa menyatukannya, saya akan berada di puncak," tegasnya.
Performa Norris sejak summer break memang gokil. Ia secara konsisten mengungguli Piastri. Satu-satunya pengecualian adalah di Zandvoort, di mana Piastri meraih pole setelah mendapat slipstream di Q3.
Awal musim ini, Norris sering membuat kesalahan-kesalahan kecil di Q3 yang membuatnya kehilangan posisi start ideal. Namun, ia telah belajar dari setiap kesalahan yang dilakukannya. Ia mengakui bahwa tekanan yang ia rasakan seringkali tidak perlu dan datang dari dirinya sendiri.
"Saya masih harus mendorong. Di Q3, putaran pertama, mengunci ban (lock-up) di Tikungan 1. Itu menempatkan tekanan yang tidak perlu pada diri saya sendiri," jelasnya.
"Saya tidak membuatnya mudah untuk mereka (tim) atau saya sendiri." Kini, ia membuktikan bahwa ia bisa mengatasi tekanan itu dan tampil di level tertinggi saat paling dibutuhkan.
Meskipun start dari P1, Norris tahu balapan utama tidak akan mudah. Ancaman terbesar datang dari dua pembalap di belakangnya, wonderkid Kimi Antonelli dan pembalap Ferrari, Charles Leclerc.
Baca juga: Pole di GP Meksiko, Lando Norris "Roasting" Ferrari: "Kalian Kan Jagonya Lift and Coast!"
Norris sudah merasakan betapa alotnya Antonelli di Sprint Race. "Saya belajar bahwa mereka (Mercedes) cukup cepat dan Kimi menekan sampai akhir," katanya.
"Jadi sejauh akhir pekan ini berjalan bersih, saya harap mereka tidak merusaknya," canda Norris, merujuk pada harapannya untuk balapan yang bersih tanpa insiden di barisan depan.
Dengan cuaca Interlagos yang tidak bisa diprediksi dan dua pembalap agresif di belakangnya, pole position ini menjadi langkah awal yang krusial. Sekarang, tugas terberatnya adalah mengkonversi start terdepan ini menjadi kemenangan yang bisa jadi akan menentukan arah perburuan gelar juara dunia F1 musim ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net