Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 15:45 WIB

Serikat Pemain Sepak Bola Belanda Mendukung Gugatan Hukum terhadap Aturan Transfer FIFA

Author

Logo FIFA sedang dibersihkan. (REUTERS/Lee Smith(

INDOZONE.ID - Serikat pemain sepak bola profesional Belanda (VVCS) pada Kamis (13/11/2025) menyatakan dukungannya terhadap gugatan class action yang diajukan Yayasan Keadilan untuk Pemain (Justice for Players/JfP).

Gugatan ini menargetkan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), FIFA, dan beberapa asosiasi sepak bola Eropa atas aturan transfer yang dinilai merugikan pemain.

VVCS mengikuti serikat pemain sepak bola Prancis, UNFP, yang lebih dulu menyuarakan dukungan terhadap gugatan serupa.

Baca juga: PSG Tuntut Penanganan Medis Timnas Prancis Setelah Dembele dan Doue Cedera

Dorongan ini semakin kuat setelah pengadilan Eropa memutuskan bahwa sejumlah aturan transfer FIFA melanggar hukum Uni Eropa dan tidak sejalan dengan prinsip kebebasan bergerak.

Putusan tersebut memicu desakan besar untuk merevisi sistem transfer yang selama ini dianggap tidak adil.

Latar Belakang dan Peran Justice for Players

Justice for Players merupakan inisiatif berbasis di Belanda yang fokus memperjuangkan hak pemain profesional di seluruh Eropa.

Organisasi ini aktif mengadvokasi banyak kasus yang muncul akibat aturan transfer yang dianggap terlalu membatasi ruang gerak pemain.

“VVCS melihat semakin banyak pemain yang menghubungi organisasi ini karena terjebak dalam sengketa transfer,” tulis VVCS dalam pernyataannya.

Baca juga: Belum Dimainkan FC Twente Musim ini, Direktur VVCS Sebut Mees Hilgers Alami Perundungan

“Dalam beberapa kasus, situasinya menimbulkan frustrasi, sementara kasus lainnya menunjukkan adanya pembatasan yang patut dipertanyakan. Ribuan pemain di seluruh Eropa dirugikan secara langsung oleh aturan transfer FIFA saat ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Melihat semakin banyak laporan ketidakadilan, VVCS akhirnya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolektif yang diusung Justice for Players.

Kasus Lassana Diarra Jadi Pemicu Perubahan

Lassana Diarra saat bermain di Real Madrid. (REUTERS/Lee Smith)

Gugatan massal ini turut dipicu oleh kasus Lassana Diarra, mantan gelandang Real Madrid.

Diarra sempat dijatuhi denda 10 juta euro oleh FIFA setelah keluar dari Lokomotiv Moscow hanya satu tahun setelah menandatangani kontrak empat tahun.

Baca juga: Masalah Aturan Transfer, Lassana Diarra Tuntut Ganti Rugi dari FIFA dan FA Belgia Senilai Rp1,23 Triliun

Keputusan tersebut kemudian diuji di pengadilan, dan pada Oktober lalu Mahkamah Agung Uni Eropa menyatakan bahwa beberapa aturan transfer FIFA dalam kasus ini bertentangan dengan hukum Uni Eropa.

Putusan tersebut membuka jalan bagi gugatan berskala besar di tingkat Eropa.

Sebelumnya, kelompok pemain Belanda sudah mengajukan class action bernilai miliaran dolar terhadap FIFA, dan JfP memperkirakan sekitar 100.000 pemain pria maupun wanita berpotensi bergabung dalam gugatan ini.

Desakan Reformasi Aturan Transfer FIFA

“Sistem transfer saat ini tidak adil. Ada pemain yang berlatih berbulan-bulan tanpa kepastian bisa bermain, atau takut menggunakan hak mereka untuk pindah klub karena ancaman sanksi dari FIFA,” ujar Ketua VVCS, Evgeniy Levchenko.

“Di seluruh Eropa, ribuan pemain dirugikan oleh aturan yang berlaku sekarang. Mendukung Justice for Players merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong sistem yang lebih seimbang dan sesuai dengan hukum Eropa.”

Baca juga: FIFA Dikecam Usai Patok Harga Tiket Parkir Piala Dunia 2026 hingga Rp2,9 Juta per Mobil

Selain itu, hasil sebuah studi juga menunjukkan bahwa pemain profesional kehilangan rata-rata sekitar 8 persen pendapatan sepanjang karier mereka akibat pembatasan dalam aturan FIFA yang dinilai tidak sah.

Data ini semakin menegaskan perlunya reformasi menyeluruh agar hak-hak pemain terlindungi dan sistem transfer menjadi lebih transparan serta adil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: VVCS

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU