Roadmap 'Garuda Membara 2034' Buatan PSSI dapat Kritikan Pedas dari Pengamat Sepak Bola Nasional
INDOZONE.ID - Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) kembali menjadi sorotan publik usai meluncurkan roadmap terbaru mereka untuk Timnas Indonesia bertajuk 'Garuda Membara 2034'.
Diketahui, peluncuran roadmap terbaru PSSI untuk Timnas Indonesia terjadi setelah demo Ultras Garuda yang menyuarakan kekecewaannya terhadap kegagalan skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam dokumen roadmap 'Garuda Membara 2034' yang berisikan tiga lembar, PSSI memaparkan beberapa target untuk Timnas Indonesia yakni lolos ke Piala Dunia 2030 dan bisa mencapai posisi ke-80 dunia, serta visi misi PSSI untuk bisa membawa Timnas tampil secara konsisten di Piala Dunia 2034 dan mencapai ranking 70 besar FIFA.
Tentu saja, roadmap yang diusung oleh PSSI menimbulkan perdebatan banyak pihak, khususnya publik sepak bola Tanah Air yang merasa bahwa roadmap yang dibuat oleh PSSI hanyalah target-target semata dan tidak diberikan penjelasan konkrit terkait langkah yang diambil oleh federasi agar Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia.
Baca juga: Oscar Piastri "Slump" Parah? Legenda F1 Ragukan Kecepatannya
Bahkan, pengamat sepak bola senior, Anton Sanjoyo juga turut memberikan kritikan pedas soal roadmap 'Garuda Membara 2034'. Dalam cuitannya di akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Bung Joy itu menyebut bahwa roadmap yang dibuat PSSI itu hanya sekadar coret-coretan para pengurus, khususnya Exco yang terdesak oleh tuntutan masyarakat.
"PSSI menyebutnya ini adalah “roadmap”, saya menyebutnya ini sekadar oret2an Exco yg terdesak oleh tuntutan masyarakat," cuit Anton Sanjoyo yang dikutip dari akun Instagramnya pada Minggu (16/11/2025).
Lebih lanjut, Anton Sanjoyo juga berpendapat bahwa roadmap itu perlu melakukan studi mendalam tentang detail perencanaan berjangka mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang dalam pembangunan sepak bola nasional. Menurutnya, sinya merupakan langkah-langkah strategis setiap tahap yang diiringi dengan tujuan atau target.
"Roadmap haruslah itu sebuah hasil studi mendalam tetang detail rencana2 berjangka (pendek-menengah-panjang) pembangunan sepakbola nasional. Isinya adalah langkah2 strategis tiap tahap dgn tujuan/target yg jelas serta langkah2nya yg paling mungkin dilakukan," ujar Bung Joy melanjutkan.
Baca juga: PSSI Terbitkan Roadmap Timnas Indonesia Bertajuk 'Garuda Membara 2034', Apa Saja Isinya?
Tak hanya itu, Bung Joy juga menyebut bahwa sebuah roadmap itu harus memiliki penjelasan yang detail dan punya langkah harus terperinci dan diberi tenggat waktu serta langkah-langkah penyesuaian apabila tidak sesuai dengan rencana awal.
"Penjelasan tiap detail dan langkah harus terinci secara rapih beserta deret waktu dan langkah2 penyesuaian (adjustment) jika rencana (plan) tidak berjalan sesuai perencanaan (planning)," tutur Anton Sanjoyo menutup ulasannya.
Pernyataan Anton Sanjoyo sendiri memang ada benarnya. Sebab, untuk menyusun roadmap untuk membangun sepak bola nasional tidak bisa dibuat dalam waktu yang singkat. Hal itu karena dalam menyusun roadmap sepak bola di suatu negara perlu perencanaan dalam waktu lama.
Baca juga: Cari Tantangan Baru, Ederson Akui Sudah Lama Tak Bahagia di Manchester City
Apalagi, yang menentukan roadmap sepak bola di suatu negara adalah direktur teknik. Oleh karena itu, PSSI dalam menyusun roadmap sepak bola Indonesia tidak boleh bersifat mentah dan harus ada konsultasi dengan direktur teknik yakni Alexander Zwiers.
Jika kita menilik negara lain, misalnya Jepang mereka membuat roadmap sepak bolanya cukup terstruktur dan jelas. Bahkan, mereka juga memiliki program 100 tahun, di mana J.League sebagai fondasi untuk perkembangan sepak bola mereka.
Bahkan, federasi sepak bola mereka yakni JFA juga memberikan target kepada tim Samurai Biru untuk menjuarai Piala Dunia pada 2050 mendatang.
Kini, hasil dari roadmap yang diusung Jepang telah membuahkan hasil, dari tidak lolos ke Piala Dunia 1994, mereka akhirnya konsisten tampil di Piala Dunia sejak edisi 1998 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @sanjoyo.anton