Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 20:12 WIB

Islam Makhachev Minta Trump 'Buka Gedung Putih' Usai Rebut Sabuk UFC

Author

Islam Makhachev rebut sabuk welter UFC dan menantang Donald Trump untuk membuka Gedung Putih agar ia bisa bertarung di Washington DC tahun depan. (Instagram/Islam Makhachev)

INDOZONE.ID - Islam Makhachev resmi mengamankan gelar juara kelas welter UFC setelah menaklukkan Jack Della Maddalena. 

Usai menang, ia langsung menantang Presiden AS Donald Trump untuk membuka pintu Gedung Putih agar ia bisa mempertahankan gelarnya di Washington DC tahun depan.

Islam Makhachev meraih gelar juara kelas welter UFC setelah mengalahkan Jack Della Maddalena, Minggu (16/11/2025).

Ia pun meminta Donald Trump mengundangnya ke event UFC di Washington DC pada 2026.

Makhachev memang tampil dominan dengan grappling dan leg kicks selama 25 menit.

Usai meraih kemenangan, petarung Rusia itu kini mencatat 16 kemenangan beruntun di UFC.

Makhachev Kuasai Octagon

Islam mengamankan gelar juara kelas welter setelah mengalahkan Jack Della Maddalena dalam duel lima ronde yang berjalan berat sebelah.

Baca juga: Roadmap 'Garuda Membara 2034' Buatan PSSI dapat Kritikan Pedas dari Pengamat Sepak Bola Nasional

Makhachev, yang sebelumnya meninggalkan sabuk kelas ringan demi tantangan baru, tampil agresif sejak detik pertama.

Tendangan betisnya langsung memperlambat pergerakan Maddalena sebelum rangkaian serangan gulat khas Dagestan mengambil alih pertandingan.

Islam Makhachev Tantang Donald Trump

Setelah dinyatakan menang, Islam Makhachev langsung melontarkan pernyataan menarik. Ketika ditanya di mana ia ingin mempertahankan gelar barunya, ia menyebut satu tempat yang sangat tidak biasa.

"Donald Trump, buka Gedung Putih. Saya datang," ucap Makhachev dikutip dari News18.

Petarung berusia 34 tahun itu berharap bisa tampil pada acara UFC yang direncanakan digelar di area monumen Washington DC tahun depan.

Ia bahkan menegaskan ingin menjalani pertahanan gelar perdananya di halaman Gedung Putih pada 2026.

Dominasi 25 Menit

Della Maddalena, yang berusia 29 tahun, kesulitan keluar dari tekanan. Ia beberapa kali terjebak di matras, menghadapi ancaman kuncian dan kontrol penuh Makhachev yang tak pernah memberi ruang untuk bangkit.

"Ini rencana saya. Ini bukan rahasia, semua lawan saya tahu ini, dan tak seorang pun bisa menghentikannya," ujar Makhachev tentang strateginya yang kembali terbukti efektif.

Dengan kemenangan ini, ia memanjangkan rekor impresifnya menjadi 16 kemenangan beruntun di UFC, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai petarung dua divisi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: News18

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU