INDOZONE.ID - Timnas Brasil selalu datang ke Piala Dunia dengan ekspektasi yang tinggi. Selama bertahun-tahun, mereka identik dengan deretan pemain bintang seperti Ronaldinho, Rivaldo, dan Ronaldo pada 2002.
Generasi sebelumnya juga dihiasi nama-nama hebat seperti Cafu, Romario, hingga Jorginho pada 1994, serta era keemasan yang dipimpin Pele pada 1958, 1962, dan 1970.
Namun kondisi menjelang Piala Dunia 2026 berbeda. Brasil sudah 24 tahun tidak mengangkat trofi dan kini berada di peringkat ketujuh ranking FIFA.
Mereka juga harus beradaptasi tanpa Neymar Jr yang sudah lama absen akibat cedera. Situasi ini membuat banyak yang mulai meragukan kapasitas Brasil sebagai favorit juara Piala Dunia 2026.
Baca juga: Carlo Ancelotti Tidak Akan Panggil Neymar ke Timnas Brasil Jika Belum Fit 100 Persen!
Ancelotti Membawa Angin Segar
Kemenangan 2-0 atas Senegal di Emirates Stadium pada Sabtu (15/11/2025), menjadi sinyal bahwa Brasil tetap berbahaya.
Empat penyerangnya, Vinicius Jr, Estevao, Rodrygo, dan Matheus Cunha, menunjukkan kombinasi kreativitas dan kecepatan yang sulit ditahan. Pergerakan mereka membuat permainan Brasil terlihat hidup dan penuh energi.
Carlo Ancelotti menerapkan formasi 4-4-2 yang memberi ruang lebih luas bagi lini depan untuk bergerak bebas.
Sementara itu, Casemiro dan Bruno Guimaraes menjaga struktur permainan agar tetap seimbang. Ketika pola ini berjalan mulus, serangan Brasil mengalir cepat dan sulit dibaca lawan.
Baca juga: Ancelotti: Neymar Tak Akan Sulit Masuk Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 Jika Kondisinya Fit
Jalannya Pertandingan Melawan Senegal
Sejak menit awal, tekanan Brasil mulai terasa. Vinicius mampu menembus sisi kiri dan memaksa Edouard Mendy melakukan penyelamatan.
Lepas dari itu, sundulan Cunha sempat mengenai mistar gawang. Gol pembuka akhirnya hadir lewat tembakan melengkung kaki kiri Estevao pada menit ke-20.
Di lini belakang, duet Gabriel dan Marquinhos tampil solid. Eder Militao yang digeser ke posisi bek kanan juga tampil disiplin.
Baca juga: Ketum PSSI Erick Thohir Akui Brasil Masih Lebih Kuat ketimbang Timnas Indonesia U-17
Senegal kesulitan menciptakan peluang hingga akhirnya Casemiro sukses menggandakan keunggulan melalui sepakan terarah dari situasi bola mati.
Babak kedua berjalan lebih seimbang karena Senegal mencoba menekan lewat pergerakan Sadio Mane. Namun pertahanan Brasil tetap disiplin hingga akhir.
Masuknya Joao Pedro dan Lucas Paqueta tidak mengubah banyak hal, tetapi kemenangan 2-0 sudah cukup menunjukkan stabilitas permainan Brasil.
Kebangkitan Casemiro
Meski performanya di Manchester United sempat menurun, Casemiro menunjukkan bahwa ia masih penting bagi Brasil.
Ancelotti mempercayainya untuk kembali memimpin lini tengah, dan keputusannya terbukti tepat. Perannya sebagai pengatur ritme dan pemutus serangan lawan terlihat jelas sepanjang pertandingan.
Baca juga: Elliot Anderson Jadi Target Utama Manchester United di Bursa Transfer Mendatang
Duetnya bersama Bruno Guimaraes memberikan kontrol yang kuat di lini tengah. Meski begitu, keduanya tetap perlu meningkatkan fisik dan konsistensi dalam menghadapi tim-tim besar yang memiliki intensitas lebih tinggi.
Brasil juga memiliki kedalaman skuad yang cukup mumpuni. Pemain seperti Richarlison, Lucas Paqueta, Andrey Santos, Joao Pedro, dan Fabinho memberi banyak opsi bagi Ancelotti untuk menyesuaikan strategi sesuai lawan.
Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah Brasil dalam persaingan menuju Piala Dunia 2026.
Kombinasi Pemain Berpengalaman dan Pemain Muda
Brasil kini berhasil mencatat lima clean sheet dari enam pertandingan dibawah asuhan Ancelotti. Satu-satunya kebobolan terjadi saat kalah 3-2 dari Jepang, meski sempat unggul dua gol terlebih dahulu.
Kekalahan tersebut menunjukkan bahwa mereka masih perlu pembenahan, tetapi perkembangan tim terlihat jelas.
Brasil memiliki banyak pemain berpengelaman dan muda yang membuat kombinasi mereka menjadi solid.
Baca juga: Enzo Maresca Puas dengan Kontribusi Estevao dan Garnacho di Chelsea
Pengalaman dari Gabriel, Marquinhos, dan Casemiro memberi ketenangan, sementara kecepatan dan kreativitas Vinicius, Rodrygo, serta Estevao menjadi motor serangan.
Keseimbangan inilah yang menjadikan Brasil semakin berbahaya.
Jika Ancelotti mampu menjaga konsistensi performa seperti di babak pertama melawan Senegal, Brasil memiliki peluang besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar piala dunia.
Dengan kombinasi kualitas individu dan strategi yang tepat, mereka layak dianggap sebagai salah satu pesaing serius di Piala Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK