Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 08:30 WIB

Sepak Bola Malaysia Diujung Tanduk, FIFA Lakukan Investigasi Resmi ke FAM Perihal Pemalsuan Dokumen

Author

FAM. (Instagram/@famalaysia)

INDOZONE.ID - Drama skandal yang mengguncang sepak bola Malaysia terkait kasus pemalsuan dokumen, tampaknya memasuki babak baru.

Hal itu karena, badan sepak bola dunia FIFA kabarnya akan melakukan investigasi resmi terhadap tindakan internal Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), sekaligus akan melaporkan otoritas kriminal di 5 negara terkait kasus pemalsuan.

Pada Selasa (18/11/2025) pagi waktu setempat, FIFA merilis laporan lengkap sebanyak 63 halaman untuk 'keputusan dorongan' yang diminta oleh FAM.

Hal itu untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan arbitrase olahrage (CAS), setelah awalnya pengajuan banding ditolak pada 3 November 2025 lalu.

Banding tersebut dilakukan terkait hukuman yang diberikan FAM, dan juga 7 pemain naturalisasi mereka. Di antaranya, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Hector Hevel dan Jon Irazabal

Sanksi itu diberikan karena mereka menggunakan dokumen palsu, demi memperoleh kewarganegaraan agar bisa memperkuat Timnas Malaysia di kancah Internasional. Meskipun, ketujuh pemain tersebut tidak pernah tinggal di sana.

Baca juga: Alasan Timnas Brasil Layak Dianggap Pesaing Serius di Piala Dunia 2026

Logo FIFA (FIFA)

Meskipun pada awalnya menerima persetujuan, para pemain ini dianggap layak menggunakan dokumen tersebut. Hal itu untuk membuktikan mereka memiliki keturunan Malaysia melalui sang kakek dan neneknya.

Namun, dalam serangkaian peristiwa bisa saja merugikan FAM. Laporan FIFA menyatakan, tangkapan layar percakapan WhatsApp terdapat bahwa sang pemain membagikan salinan akta kelahiran kakek-nenek mereka masing-masing, yang ternyata tidak lahir di Malaysia.

"Yang sangat penting, FIFA juga mengutip pernyataan Palmero--Nama aslinya Gabriel Felipe Arrocha--yang mengatakan dalam sidang tersebut, 'Kakek saya lahir di Venezuela dan nenek saya di Spanyol, maksud saya Malaysia, maaf'," bunyi isi chat WA Gabriel Palmiero yang dikutip dari ESPN pada Selasa (18/11/2025).

Dapat disimpulkan, FAM tidak punya dasar dalam banding mereka untuk membatalkan keputusan tersebut. FIFA tidak hanya menguatkan sanksi yang telah dijatuhkan sebelumnya, tapi juga merasa perlu menarik pernyataan tambahan. 

Baca juga: Lama Berkarier di Old Trafford, Patrice Evra Sebut Manchester United Andalkan Individu Ketimbang Taktik

Yang paling penting, FIFA menemukan alasan kuat melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan memastikan pelanggaran tersebut perlu untuk diinvestigasi lebih lanjut.

Hasilnya, sekretaris komite disiplin FIFA telah diinstruksikan untuk mengambil langkah secepat mungkin. Selain itu, meluncurkan investigasi resmi terhadap operasi internasional FAM. 

Lebih lanjut, laporan tersebut menyatakan, pemalsuan dokumen resmi merupakan masuk dalam dalam pelanggaran berat. 

Sekretariat akan melakukan tindakan relevan untuk melaporkan otoritas kriminal yang berwenang. Termasuk Brazil, Argentina, Belanda dan Spanyol, tempat kakek dan nenek pemain tersebut berasal dalam dokumen palsu. 

FAM menanggapi dengan rilis singkat sebanyak 127 kata pada Selasa lalu. Ia menyatakan, mereka menerima alasan dibalik FIFA menolak banding tersebut, dan akan berinisiasi membawa kasus tersebut sebelum ke CAS.

Hal itu untuk memastikan keadilan ditegakkan, dan menaikkan integritas kelayakan pemain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU