INDOZONE.ID - UEFA resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan kepada winger Bayern Munich, Luis Diaz.
Keputusan ini diberikan setelah sang pemain menerima kartu merah dalam kemenangan 2-1 atas Paris Saint-Germain (PSG) pada laga Liga Champions awal bulan ini.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena Diaz sebelumnya tampil sangat impresif dengan mencetak dua gol melawan PSG dikandangnya.
Kondisi Cedera Hakimi
Insiden tekel keras terhadap Achraf Hakimi pada akhir babak pertama membuat Diaz diusir dari lapangan.
Sehari setelah pertandingan, PSG menyampaikan bahwa Hakimi mengalami cedera serius pada pergelangan kaki kirinya.
Bek sayap asal Maroko itu bahkan belum kembali bermain di Ligue 1.
Ketika menerima penghargaan Pemain Terbaik Afrika pada Rabu (19/11/2025), Hakimi terlihat berjalan pincang dan menggunakan skuter untuk naik ke panggung yang menandakan cederanya cukup parah.
Baca juga: Hakimi, Salah dan Osimhen Masuk Tiga Besar Pemain Terbaik Afrika: Siapa Paling Layak?
Kompany Kecewa Kepada UEFA
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, awalnya memprediksi bahwa hukuman untuk Diaz hanya satu pertandingan, yakni saat melawan Arsenal pada Rabu (26/11/2025).
Namun, keputusan UEFA membuat winger asal Kolombia itu harus absen lebih lama.
Selain laga tandang ke Arsenal, Diaz juga akan melewatkan pertandingan kandang melawan Sporting CP pada 9 Desember dan Union St. Gilloise pada 21 Januari.
Baca juga: Sempat Digoda Vincent Kompany Gabung Bayern Munich, Antony Pilih Bertahan dengan Real Betis
“Informasi saya adalah dia dihukum larangan bermain satu pertandingan. Saya akan kecewa jika informasi saya tidak benar,” kata Kompany.
Saat ini, Bayern Munich masih berada di puncak klasemen Liga Champions dengan torehan 12 poin dari empat pertandingan.
Mereka menjadi satu dari tiga tim yang mencatatkan rekor sempurna, bersama Arsenal dan Inter Milan yang juga tampil konsisten sejak awal kompetisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: UEFA