Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 16:30 WIB

Guardiola Akui Rotasi Besar-besaran Jadi Bumerang Bagi Man City di Laga Kontra Bayer Leverkusen

Author

Manchester City saat menelan kekalahan atas Bayer Leverkusen di Liga Champions pada Rabu (26/11/2025) (Lee Smith/REUTERS)

INDOZONE.ID - Pep Guardiola akui banyaknya rotasi pemain di laga Liga Champions kontra Bayer Leverkusen, menjadi bumerang bagi Manchester City

Diketahui, Pep Guardiola melakukan banyak perubahan di susunan pemain saat Manchester City kalah 0-2 atas Bayer Leverkusen

Dalam laga dini hari tadi, Pep Guardiola melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih asal Spanyol itu tidak memainkan pemain intinya seperti Erling Haaland, Gianluigi Donnarumma hingga Phil Foden sejak awal. 

Namun, pada laga melawan Leverkusen justru memilih untuk memainkan pemain pelapis mulai dari James Trafford, Abdukodir Khusanov hingga Omar Marmoush. 

Baca juga: Erick Thohir Dapat PR Baru dari Presiden Prabowo: Atlet Harus Sejahtera hingga Bangun Pusat Olahraga Nasional

Pep Guardiola yang nampak kecewa setelah Manchester City kalah. (Action Images via Reuters/Andrew Couldridge)

Sementara itu, hanya Tijjani Reijnders dan Nico Gonzalez saja pemain inti yang diturunkan Pep Guardiola pada laga dini hari tadi. 

Namun, alih-alih memberikan kesempatan kepada para pemain pelapis, justru hal tersebut berbuah bumerang bagi Guardiola dan Manchester City. 

Usai pertandingan, Guardiola mengakui kesalahannya dengan melakukan banyak perombakan di skuadnya. Hal itu cukup berlebihan bagi pelatih asal Catalan tersebut. 

"Terlalu banyak perubahan. Mungkin itu cukup berlebihan, kalau melihat hasilnya,"  ujar Pep Guardiola dalam konferensi persnya yang dikutip dari ESPN pada Rabu (26/11/2025). 

Baca juga: Arne Slot Akui Dirinya Bertanggung Jawab Penuh Setelah Liverpool Dipermalukan Nottingham Forest di Anfield

Guardiola juga bertanggung jawab penuh atas eksperimennya dengan memainkan banyak pemain pelapis.

Pep juga tidak membantah, niatnya melakukan banyak rotasi karena ingin memberikan kesempatan bagi para pemain yang jarang dimainkan. 

"Saya bertanggung jawab tapi saya lihat mereka dan saya suka semuanya terlibat, ketika Anda adalah seorang pemain sepakbola dan tidak main selama lima, enam, tujuh pertandingan, itu berat, tapi mungkin itu (rotasi) berlebihan,"  tuturnya. 

"Saya suka terlalu baik dan melibatkan semuanya. Itu tidak berhasil dan kami harus menerimanya. Ini pertama kalinya saya melakukan ini dalam hidup saya dan itu berlebihan,"  ujar sambungnya.

Baca juga: Timnas Indonesia Akan Berlaga di Piala Asia 2027, Kevin Diks Ingin Hadapi Korea Selatan

Dalam laga tersebut, pemain-pemain inti Manchester City baru dimainkan di babak kedua.

Foden dan Doku dimainkan saat pergantian babak. Sementara itu, Haaland dimainkan baru pada menit ke-65. 

Masuknya Doku, Foden dan Haaland membuat permainan City menjadi lebih hidup. Akan tetapi, The Citizens tetap tidak mampu menembus pertahanan Leverkusen. 

Tentu saja kekalahan atas Leverkusen menjadi noda bagi laga ke-100 Pep Guardiola di Liga Champions. 

Dengan kekalahan tersebut, membuat City saat ini tertahan di posisi keenam League Phase Liga Champions dengan koleksi 10 poin dari 5 pertandingan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU