INDOZONE.ID - Arsenal akan bertandang ke markas Chelsea pada Minggu (30/11/2025) untuk menjaga posisi mereka di puncak klasemen Premier League.
Namun, sebelum pertandingan tersebut berlangsung, perhatian justru lebih dulu tertuju pada Liverpool yang sedang berusaha menghentikan kekalahan beruntun mereka.
Baca juga: Liverpool Kalah 1-4 dari PSV di Anfield, Arne Slot Akui Ruang Ganti Diliputi Kekecewaan
Liverpool akan bertandang ke markas West Ham United dengan kondisi yang jauh dari ideal.
Dua kekalahan beruntun di Anfield, masing-masing dari Nottingham Forest dan PSV Eindhoven, mengirim mereka ke dalam situasi terburuk yang pernah dialami klub dalam 71 tahun terakhir.
Penurunan Performa Usai Awal Musim yang Meyakinkan
Padahal, awal musim Liverpool sebenarnya sangat menjanjikan. Tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi sempat membuat banyak yang menilai The Reds siap kembali bersaing di papan atas.
Belanja besar di bursa transfer musim panas juga menguatkan keyakinan bahwa perjalanan Arne Slot akan berjalan mulus.
Namun asumsi tersebut ternyata salah. Dalam 12 pertandingan terakhir, Liverpool menelan sembilan kekalahan. Situasi ini membuat posisi mereka di klasemen merosot hingga ke peringkat 12.
Secara matematis, Liverpool bahkan kini lebih dekat ke zona degradasi dibandingkan ke pemuncak klasemen Arsenal. Jika kembali gagal meraih poin, mereka berpotensi turun hingga posisi ke-14.
Penyebab Liverpool Sering Kalah
Beberapa faktor disebut menjadi penyebab menurunnya performa Liverpool.
Salah satunya adalah dampak psikologis skuad setelah meninggalnya Diogo Jota dalam kecelakaan mobil, sebuah peristiwa yang masih membekas dalam ingatan para pemain.
Baca juga: Sempat Dikritik karena Tak Hadiri Pemakaman Diogo Jota, Cristiano Ronaldo Ungkap Alasan Sebenarnya!
Selain itu, belanja besar sekitar 445 juta pound untuk pemain baru belum memberikan dampak. Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Milos Kerkez belum tampil seperti yang diharapkan.
Bahkan pemain utama seperti Mohamed Salah dan Virgil van Dijk belum mencapai performa terbaik mereka, terutama setelah kekalahan 4-1 dari PSV yang memicu kritik.
Tekanan bagi Arne Slot
Legenda klub, Jamie Carragher, menilai manajemen Liverpool tidak akan gegabah memecat Arne Slot, mengingat sang manajer berhasil mempersembahkan gelar pada musim perdananya.
Ia menegaskan bahwa isu pemecatan muncul lebih karena emosi suporter yang frustrasi atas rentetan hasil buruk.
Baca juga: Steven Gerrard Desak Arne Slot Cari Solusi untuk Hentikan Kekalahan Beruntun Liverpool
Baginya, Liverpool tidak bisa lagi hanya bergantung pada Salah, Van Dijk, atau Alisson. Regenerasi menjadi sesuatu yang tak terhindarkan, dan para pemain lain harus mulai tampil lebih percaya diri.
Carragher menambahkan bahwa kondisi ini juga bisa menjadi gambaran masa depan Liverpool saat para pemain bintang tersebut berakhir.
Meski sulit baginya untuk mengkritik Liverpool, ia mengakui performa mereka tidak lagi sekuat sebelumnya, terutama Salah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters