Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 09:32 WIB

Kimi Antonelli Beberkan Penyebab Disalip Lando Norris: Terjebak "Dirty Air" Jadi Faktor Utama

Author

Kimi Antonelli (Facebook.com/Mercedes AMG) 

INDOZONE.ID - Gelaran Formula 1 Grand Prix Qatar akhir pekan lalu menyajikan drama hingga detik-detik terakhir, terutama bagi rookie sensasional Mercedes, Andrea Kimi Antonelli

Pembalap muda asal Italia ini nyaris menutup balapan dengan capaian gemilang, namun sebuah kesalahan krusial di lap penutup memaksanya merelakan posisi keempat. 

Situasi ini justru menjadi berkah bagi Lando Norris, sang penantang gelar juara dunia, yang mendapatkan tambahan poin berharga secara cuma-cuma.

Insiden tersebut terjadi saat Antonelli sedang dalam misi ambisius mengejar Carlos Sainz Jr. (Williams) untuk memperebutkan podium terakhir. 

Namun, alih-alih menyalip Ferrari di depannya, Antonelli justru kehilangan kendali atas mobil Mercedes W16 miliknya. 

Baca juga: Kalah 1-2 dari MU, Oliver Glasner Geram Crystal Palace Lemah di Situasi Bola Mati

Kesalahan ini tidak hanya membuatnya gagal naik podium, tetapi juga memicu sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk sindiran dari kubu Red Bull yang merasa dirugikan karena rival utama Max Verstappen, Lando Norris, mendapat keuntungan poin.

Ambisi Mengejar Podium yang Berujung Petaka

Memasuki fase akhir balapan, Antonelli tampil begitu agresif dengan ban Hard yang digunakannya. 

Kecepatannya yang konsisten membuatnya berhasil memangkas jarak dengan Carlos Sainz Jr. hingga masuk ke dalam jangkauan DRS (Drag Reduction System). 

Keinginan kuat untuk memberikan hasil terbaik bagi tim di tahun debutnya mendorong Antonelli untuk mengambil risiko lebih besar.

Antonelli menjelaskan bahwa ia merasa memiliki momentum untuk menyerang. 

Baca juga: Dicadangkan di Laga Kontra West Ham, Mohamed Salah Tetap Jadi Pemain Penting Liverpool

Namun, antusiasme tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat memasuki Tikungan 9. Di sanalah ia mengalami guncangan hebat yang memaksanya melebar keluar lintasan. 

Momen tersebut memberikan celah yang cukup lebar bagi Lando Norris untuk menyelinap dan mencuri posisi keempat tepat sebelum bendera finis dikibarkan. 

Antonelli mengakui bahwa kejadian tersebut sangat mengecewakan, terutama karena ia merasa posisi tersebut seharusnya sudah aman dalam genggamannya.

Musuh Tak Kasat Mata Bernama "Dirty Air"

Dalam sebuah wawancara pasca balapan yang dilansir Motorsport, Antonelli menyoroti faktor teknis yang menjadi penyebab utama kesalahannya, yakni fenomena dirty air atau turbulensi udara kotor dari mobil di depannya. 

Saat berada sangat dekat di belakang Sainz, mobil W16-nya kehilangan daya tekan ke bawah (downforce) secara signifikan. 

Kondisi ini membuat mobil menjadi jauh lebih sulit diprediksi, terutama saat melibas tikungan kecepatan tinggi.

Baca juga: Shin Tae-yong Dituding Pernah Tampar Pemain saat Masih Melatih Ulsan HD

Pembalap Italia berusia 19 tahun itu mengakui bahwa ia masuk ke tikungan sedikit lebih cepat dibandingkan lap-lap sebelumnya. 

Kombinasi antara kecepatan masuk yang tinggi, ban yang sudah kepanasan (overheating), serta hilangnya grip akibat dirty air, membuat bagian belakang mobilnya tiba-tiba membuang liar. 

Situasi semakin parah ketika ia mencoba kembali ke jalur balap namun kembali mengalami momen ketidakstabilan di tikungan berikutnya. 

Antonelli menyadari bahwa ini adalah pelajaran mahal tentang bagaimana perilaku mobil F1 berubah drastis saat bertarung dalam jarak dekat. 

Refleksi Sang Rookie dan Kritik dari Rival

Kecelakaan kecil ini ternyata memiliki dampak besar pada peta persaingan juara dunia, yang memicu reaksi dari kubu Red Bull. 

Baca juga: Donnarumma Pura-pura Cedera, Manchester City Dituduh Langgar Aturan Fair Play saat Kalahkan Leeds United

Penasihat Red Bull, Helmut Marko, dan insinyur balap Max Verstappen, Gianpiero Lambiase, sempat melontarkan kritik karena kesalahan Antonelli secara tidak langsung membantu Norris memperpanjang napas dalam perebutan gelar juara dunia.

Meski demikian, Antonelli mencoba tetap rasional dalam mengevaluasi performanya. 

Ia meyakini bahwa jika ia bermain lebih aman, ia bisa dengan nyaman menahan Norris di belakangnya, mengingat sulitnya menyalip di sirkuit tersebut karena efek dirty air yang sama. 

Mengenai peluang podium, Antonelli bersikap realistis. Meskipun ia lebih cepat di sektor terakhir dan mungkin akan mendapatkan kesempatan menyerang Sainz di lap terakhir, insiden keluar jalur tersebut telah menutup semua kemungkinan. 

Kini, fokus utamanya adalah menganalisis data telemetri secara mendetail agar kesalahan serupa tidak terulang di balapan pamungkas musim ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Motosport.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU