INDOZONE.ID - Cesc Fabregas tegaskan ingin Como tetap bermain menyerang daripada bertahan meskipun timnya dibantai oleh Inter Milan pada giornata ke-14 Serie A. Diketahui, Como harus menelan kekalahan telak 4-0 atas Inter Milan dalam pertandingan giornata ke-14 Serie A pada Minggu (7/12/2025) dini hari WIB di Giuseppe Meazza.
Dalam pertandingan tersebut, keempat gol Inter Milan dicetak oleh Lautaro Martinez (11'), Marcus Thuram (59'), Hakan Calhanoglu (80') dan Carlos Augusto (86').
Tentu saja kekalahan telak atas Inter Milan membuat klub milik Djarum Group tersebut mengakhiri rentetan hasil positif di Serie A musim ini.
Baca juga: Hasil Undian Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis: Ini Deretan Grup Paling Panas, Mana Jagoan Kamu?
Namun, sang pelatih Cesc Fabregas mengaku bangga dengan permainan timnya meskipun harus kalah telak atas Inter Milan.
Ia menegaskan bahwa timnya lebih baik memainkan sepak bola menyerang ketimbang memainkan sepak bola bertahan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Cesc Fabregas dalam wawancaranya seusai laga kontra Inter Milan.
"Aku lebih baik kalah seperti ini, daripada harus bertahan," ujar Cesc Fabregas dalam wawancaranya yang dikutip dari DAZN pada Minggu (7/12/2025).
Baca juga: Kabar Duka! Ayah Pratama Arhan Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun
Tak heran jika Cesc Fabregas membuat pernyataan seperti itu. Sebab, mantan pemain Arsenal dan Timnas Spanyol itu sangat senang memainkan sepak bola atraktif.
Sebab, gaya kepelatihan Fabregas sendiri juga ada pengaruh dari Pep Guardiola yang lebih suka memainkan sepak bola menyerang dengan basis penguasaan bola.
Gaya permainan menyerang ala Como ini tentunya menjadi warna tersendiri di Serie A. Sebab, klub berjuluk I Lariani itu menjadi satu-satunya tim di Serie A yang menunjukkan permainan sepak bola menyerang.
Sebab, yang kita tahu tim-tim Serie A sendiri mayoritas masih menerapkan gaya permainan bertahan ala Cattenacio.
Baca juga: Mohamed Salah Buka Suara Soal Situasinya di Liverpool Hingga Hubungan dengan Arne Slot
Kendati begitu, Fabregas sendiri harus menerapkan gaya kepelatihan yang adaptif. Apalagi, melawan tim-tim besar seperti AC Milan, Inter Milan hingga Juventus tidaklah mudah.
Tentu saja kekalahan Como atas Inter bisa menjadi pelajaran berharga bagi Cesc Fabregas ke depannya. Kekalahan atas Inter tentunya membuat Como harus tertahan di posisi ke-6 dengan koleksi 24 poin.
Sementara itu, Inter masih kokoh di puncak klasemen Serie A usai menang telak 4-0 atas Como.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: DAZN