INDOZONE.ID - Bek Wolfsburg yang tengah dipinjam dari Sunderland, Jenson Seelt, kembali menarik perhatian masyarakat Indonesia.
Pemain berdarah Maluku itu menyebut dirinya memiliki hubungan dengan Indonesia melalui sang kakek.
Kedekatan latar belakang tersebut membuat Seelt kerap menerima dukungan dari suporter Timnas Indonesia.
Baca juga: Banyak Pemain Keturunan, Timnas Indonesia Dapat Julukan 'Made in Belanda' dari Media Arab
Seelt mengaku cukup terkejut sekaligus senang melihat banyaknya pesan yang masuk ke media sosialnya.
“Saya memang mendapat cukup banyak pesan. Menyenangkan rasanya merasakan dukungan seperti itu,” ujar Seelt dalam sesi Bundesliga Media Round Table, Selasa (9/12/2025).
Hubungan Jenson Seelt dan Jay Idzes
Selain faktor keturunan, Seelt juga memiliki keterkaitan lain dengan Indonesia melalui Jay Idzes.
Keduanya berasal dari akademi PSV Eindhoven, tempat Seelt sempat melihat langsung perkembangan Idzes sebelum sang bek memilih membela Timnas Indonesia dan kini bermain untuk Sassuolo.
Meski satu almamater, Seelt mengakui ia tidak memiliki hubungan personal dengan Idzes. Perbedaan usia menjadi alasan utama minimnya interaksi mereka. Seelt lahir pada 2003, sedangkan Idzes tiga tahun lebih tua.
“Seingat saya, ketika saya masuk, dia mungkin sudah di tahun-tahun terakhirnya di akademi. Saya tidak terlalu ingat detailnya,” ujarnya.
Karier Jay Idzes di Belanda
Idzes memang menghabiskan masa pembinaan di PSV sebelum melanjutkan karier di tim muda VVV-Venlo, kemudian FC Eindhoven, hingga akhirnya menandatangani kontrak profesional.
“Saya tahu ia pernah bermain di Eindhoven. Saya pikir saya pernah melihatnya di sana. Kami punya selisih usia cukup jauh, jadi kami tidak pernah benar-benar berbincang,” kata Seelt.
Baca juga: Jay Idzes Bantu Tingkatkan Moral Pemain, Sassuolo Sukses Kalahkan Fiorentina
Meski tidak mengenal secara personal, Seelt tetap memberikan apresiasi terhadap kemampuan Idzes.
“Saya mengenal reputasinya, dan menurut saya dia pemain yang bagus,” tambahnya.
Perkembangan Seelt di Wolfsburg
Jika menilik karakteristik bermain, Seelt dan Idzes memiliki sejumlah kesamaan, terutama dari segi postur tubuh.
Mereka memiliki tinggi lebih dari 190 cm, yang menjadi keunggulan dalam duel udara maupun situasi bertahan.
Baca juga: Rumor Punya Darah Keturunan Malaysia, Mikel Jauregizar: Tidak Mungkin, Itu Bohong
Kini, Seelt mulai mengukuhkan dirinya sebagai pilihan utama di lini belakang Wolfsburg.
Pada usia 22 tahun, ia telah tampil sebagai starter dalam lima dari enam laga terakhir Bundesliga yang menandai perkembangan dalam perannya bersama klub.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bundesliga