INDOZONE.ID - Presiden La Liga, Javier Tebas, kembali menegaskan ambisinya untuk menggelar pertandingan La Liga di luar Spanyol.
Kali ini, Arab Saudi masuk dalam pilihan, meski rencana serupa sebelumnya menuai penolakan keras dari sejumlah klub La Liga.
Rencana ini menjadi bagian dari strategi globalisasi La Liga untuk memperluas jangkauan pasar internasional dan meningkatkan nilai komersial kompetisi.
Tebas menilai, bermain di luar negeri merupakan kesempatan besar untuk memperkuat daya tarik La Liga diluar Spanyol, terutama di Timur Tengah.
Ambisi Javier Tebas
“Penyelenggaraan pertandingan La Liga di luar negeri tetap menjadi tujuan kami. Kami semakin dekat untuk mewujudkannya dan berharap bisa segera terlaksana,” ujar Tebas saat menghadiri World Football Summit di Riyadh.
Saat ini, FIFA disebut sedang membahas kemungkinan regulasi baru yang memungkinan digelarnya pertandingan liga domestik di luar negara asal.
Meski aturan tersebut belum ditetapkan, La Liga disebut akan terus mendorong wacana ini agar dapat segera terealisasi.
Penolakan Klub dan Protes Pemain
Sebelumnya, La Liga sempat mengusulkan laga antara Barcelona dan Villarreal digelar di Hard Rock Stadium, Miami, pada Desember lalu.
Namun, rencana tersebut akhirnya batal setelah menuai kecaman dari pemain, klub La Liga, hingga jalur hukum.
Para pengkritik menilai pertandingan liga di luar negeri berpotensi merusak prinsip kandang dan tandang yang selama ini menjadi fondasi kompetisi domestik.
Sebagai bentuk penolakan, para pemain dari berbagai tim bahkan melakukan aksi berdiri diam saat kickoff. Meski begitu, aksi tersebut tidak ditampilkan dalam siaran resmi pertandingan.
Baca juga: Pemain La Liga Lakukan Aksi Diam, Protes Laga Barcelona vs Villarreal di Amerika Serikat
Real Madrid Ajukan Keluhan
Real Madrid menjadi salah satu klub yang paling vokal menentang rencana tersebut. Klub raksasa Spanyol itu mengajukan keluhan resmi ke Kementerian Olahraga Spanyol.
Los Blancos menuding La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tidak melibatkan klub-klub dalam proses pengambilan keputusan terkait rencana penyelenggaraan pertandingan di luar negeri.
Langkah hukum tersebut menegaskan adanya ketegangan antara operator liga dan sebagian besar klub terkait arah kebijakan kompetisi ke depan.
Baca juga: Real Madrid Pertimbangkan Hengkang dari La Liga Buntut Konflik dengan Javier Tebas
Tebas Yakin Bisa Gelar La Liga di Arab Saudi
Meski menuai penolakan, Tebas menilai dampak pertandingan di luar negeri tidak akan berpengaruh terhadap kompetisi secara keseluruhan.
“Satu laga dari total 380 pertandingan tidak akan mengubah apa pun. Justru hal ini dapat membantu pengembangan produk audiovisual kami,” jelasnya.
Tebas menilai kawasan Timur Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan produk audiovisual dan peningkatan eksposur La Liga.
Baca juga: Panen Kritik, Presiden La Liga Minta FIFA Hapus Piala Dunia Antarklub
Meski UEFA sempat memberikan persetujuan terbatas terhadap rencana pertandingan di Miami, keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA.
Hingga kini, FIFA belum menentukan keputusan resmi terkait izin pertandingan liga domestik di luar wilayah negara penyelenggara.
Kendati menghadapi berbagai hambatan, Tebas tetap percaya diri rencana tersebut dapat terwujud.
Ia meyakini bahwa kali ini La Liga memiliki peluang lebih besar untuk merealisasikan ambisi menggelar pertandingan di luar Spanyol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diario AS