Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 15:30 WIB

Ternyata Ini Alasan Pratama Arhan Sulit Berkembang di Tokyo Verdy

Author


Pratama Arhan saat mengikuti sesi latihan bersama Tokyo Verdy. (Instagram/@pratamaarhan8)

INDOZONE.ID - Musisi sekaligus Brand Ambassador J.League, Hiroaki Kato, ungkap alasan Pratama Arhan tidak berkembang di J.League bersama Tokyo Verdy.

Diketahui, Pratama Arhan sempat berkarier di Jepang bersama Tokyo Verdy selama periode 2022-2023. Akan tetapi, karier pemain kelahiran Blora, Jawa Tengah itu di Jepang tidak berkembang.

Selama satu tahun memperkuat Tokyo Verdy, Arhan hanya memainkan 4 pertandingan saja di semua kompetisi. Gagal di Jepang, membuat Arhan sempat mencoba peruntungan di Liga Korea Selatan (K1 League) bersama Suwon FC.

Akan tetapi, ia juga gagal memenuhi ekspektasi.

Hingga akhirnya, pemain berusia 23 tahun itu memutuskan untuk berkarier di Thailand bersama Bangkok United pada awal tahun 2025.

Bersama klub ibukota Thailand itu, Arhan mampu mencetak 4 assist dalam 25 penampilan di semua kompetisi.

Baca juga: Bikin Gol Bunuh Diri di Tyne Wear Derby, Suporter Sunderland Sebut Nick Woltemade Pahlawan

Pesepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan (kanan) berselebrasi dengan rekannya Irfan Jaya. (Foto: ANTARA/Humas PSSI)

Awalnya, pria berusia 42 tahun itu sempat kaget Arhan bergabung dengan Tokyo Verdy pada 2022 lalu. Ia mengatakan, jumlah followers Tokyo Verdy sangatlah sedikit.

Namun, setelah pemain Timnas Indonesia itu bergabung dengan Tokyo Verdy, justru engagement klub di media sosial meningkat drastis.

"Dulu saya cukup kaget ketika Pratama Arhan pertama kali ke J.League. Instagram Tokyo Verdy langsung melejit padahal termasuknya mereka jumlah followersnya kecil," ujar Hiroaki Kato dikutip dalam podcast di YouTube/Bicara Bola pada Selasa, (16/12/2025).

"Setelah itu, J.League memang berminat meningkatkan engagement, tapi bukan hanya itu saja. Saya pernah ngobrol juga dengan Arhan dan juga sahabarnya Junki Koike, dia pemain senior disana," lanjutnya.

Baca juga: Enzo Maresca Akui Baru Saja Lewati Masa Terburuknya di Chelsea

Lebih lanjut, Hiroaki Kato mengatakan, Arhan saat itu masih belajar taktik sepak bola Jepang. Ia juga disebut sangat rajin berlatih saat masih perkuat Tokyo Verdy.

Meski begitu, yang jadi permasalahan adalah taktik sepak bola Jepang lebih khas dibandingkan dengan sepak bola Eropa. 

Kato menilai, penyebab Arhan tidak berkembang di Jepang karena performanya yang tidak stabil. Ia mengatakan, performa Arhan sempat bagus di 45 menit pertama, namun di 45 menit berikutnya performa menurun.

"Arhan memang mengaku masih mempelajari taktik sepak bola Jepang, dia benar-benar latihan yang rajin, orangnya baik dan disayang juga sama rekan-rekan setimnya juga waktu itu. Cuma saya sempat tanya ke Junki dia bilang memang taktik, karena Jepang itu taktiknya khas dibanding Eropa," ujar Kato.

"Kedua, intensitas selama 90 menit. Jadi, Arhan 45 menit masih bagus, cuma di 45 menit berikutnya dia menurun. Jadi pelatihnya sering bilang tolong training dulu 90 menit agar bisa tahan intensitas tinggi," lanjutnya menutup wawancara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube Bicara Bola

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU