INDOZONE.ID - FIFA resmi mengesahkan peningkatan dana hadiah Piala Dunia 2026 hingga 50 persen, dibandingkan edisi sebelumnya.
Total kontribusi keuangan yang digelontorkan mencapai 727 juta dolar AS atau setara Rp12 triliun. Keputusan ini telah disetujui dalam rapat Dewan FIFA yang digelar pada Rabu (17/12/2025).
Kenaikan dana hadiah ini menegaskan ambisi FIFA untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen paling bernilai dalam sejarah, seiring dengan bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 negara.
Baca juga: Terbesar Sepanjang Sejarah, FIFA Siapkan Rp17 Triliun untuk Hadiah Piala Dunia Antarklub 2025
Rincian Hadiah Piala Dunia 2026
Dari total dana tersebut, sekitar 655 juta dolar AS atau kurang lebih Rp10,8 triliun dialokasikan sebagai pembayaran berbasis performa untuk seluruh negara peserta.
Tim yang keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 akan membawa pulang hadiah sebesar 50 juta dolar AS (sekitar Rp825 miliar). Sementara itu, tim runner-up akan menerima 33 juta dolar AS (sekitar Rp544 miliar).
FIFA juga memastikan bahwa seluruh peserta tetap mendapatkan bagian, termasuk 16 tim yang tersingkir di fase grup.
Baca juga: Dikritik soal Harga Mahal, FIFA Akhirnya Rilis Tiket Rp990 Ribu untuk Piala Dunia 2026
Masing-masing dari mereka akan menerima 9 juta dolar AS (sekitar Rp148 miliar).
Selain itu, setiap negara peserta berhak memperoleh dana tambahan sebesar 1,5 juta dolar AS (Rp24,7 miliar) untuk membantu pembiayaan persiapan dan operasional selama turnamen.
“Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi tonggak sejarah dalam hal kontribusi keuangan bagi komunitas sepak bola global,” ujar Presiden FIFA Gianni Infantino.
FIFA Fokus pada Pengembangan Sepak Bola
Dalam rapat yang sama, Dewan FIFA juga mengonfirmasi rencana penyelenggaraan turnamen remaja bergaya festival untuk kelompok usia di bawah 15 tahun.
Turnamen ini akan terbuka bagi seluruh asosiasi anggota FIFA dan dijadwalkan mulai bergulir pada 2026 untuk kategori putra, kemudian disusul kategori putri pada 2027.
Menurut Infantino, langkah tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen FIFA dalam memperkuat fondasi sepak bola usia muda di berbagai belahan dunia.
“Dalam beberapa tahun terakhir, FIFA secara konsisten meningkatkan investasi dan program pengembangan sepak bola usia muda. Ini adalah langkah lanjutan yang alami,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Inside FIFA